BANJARMASIN - Inspektorat Kota Banjarmasin mengungkapkan hasil audit pembangunan Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (Cusa) yang menunjukkan terdapat revisi dalam perencanaannya.
Inspektur Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana menjelaskan terdapat kekeliruan dalam perencanaan yang dinilai sebagai force majure atau diluar kendali.
Akibatanya, arus bawah air dari sisi Sungai Andai berpotensi mengancam dan menggerus material oprit jembatan di atasnya secara terus-menerus.
Di dari sisi itu juga, Dolly menyebut tanah keras baru ditemukan setelah 30 meter dari permukaan tanah rawa. Untuk itu, revisi perencanaan baru akan melibatkan tenaga ahli rawa atau ahli struktur tanah dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Jadi kemarin, PUPR diminta melengkapi kajian dari ahli tanah,” jelasnya. Selasa (31/3/2026).
Dalam revisi itu pula, kemungkinan besar model pile slab berupa sistem fondasi atau struktur yang menggabungkan pelat beton bertulang dengan tiang pancang akan diterapkan.
Model ini biasanya diterapakan pada jembatan layang, di mana beban struktur didistribusikan langsung ke tanah keras melalui tiang pancang.
Sementara itu, ia memastikan dari sisi Cemara Ujung sudah selesai sesuai perencanaan, artinya tak ada kendala. Sedangkan, proses pengerjaan Jembatan Cusa sementara dinilai selesai mengacu pada perencanaan awal.
“Kontraktor dari Surabaya. Pekerjaan pun telah sesuai perencanaan, tidak ada masalah. Cuman karena ada force majure lalu perencanaan direvisi, urukannya ingin diubah jadi pile slab,” papar Dolly.
Pihaknya ingin, revisi perencanaan dan pelaksanaan pengerjaan tambahan Jembatan Cusa ini bisa selesai dalam satu tahun anggaran atau dikebut, sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, M Yamin HR.
Meski demikian, penyelesaian jembatan Cusa tahun ini kemungkinan terlambat. Kecuali, anggaran bisa disetujui dan terealisasi melalui pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP).
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR, Suri Sudarmadiyah menjelaskan maksud dari pembangunan Jembatan Cusa yang menerapkan skema Tahun Anggaran Berlanjut.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa tahapan dalam pengerjaan jembatan yang dimulai sejak 2024. Ada tahap satu hingga tiga, mulai abutment dan kerangka baja hingga selesai pada 2025 atau sebelum terdapat revisi perencanaan.
“Memang sesuai ketersediaan anggaran, jadi harus seperti itu. Untuk tahun ini kita harap semuanya bisa sudah selesai,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti