Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ganggu Aktivitas Warga, Sampah Kiriman Hambat Akses Sampan di Sungai Gampa Banjarmasin Timur

Zulvan Rahmatan • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:20 WIB

Sampah gulma memenuhi PDU Benua Anyar di Sungai Gampa Muara, Banjarmasin Timur dan kerap menghambat akses warga yang beraktivitas di sungai. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Sampah gulma memenuhi PDU Benua Anyar di Sungai Gampa Muara, Banjarmasin Timur dan kerap menghambat akses warga yang beraktivitas di sungai. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Sampah yang memenuhi Pusat Daur Ulang (PDU) Benua Anyar di Sungai Gampa Muara, Banjarmasin Timur bukan hanya menambah pekerjaan, tetapi lebih dulu memberi berdampak pada keberlangsungan aktivitas warga.

Sampah bambu, ranting dan tumbuhan air yang disebut sebagai gulma tersebut masuk lewat Sungai Martapura dan tertahan di perangkap sampah atau trash boom.

Sebelum itu, sampah lebih dahulu mengganggu akses penduduk yang beraktivitas di sungai meski akhirnya tertahan di trash boom dan diangkut pemerintah ke PDU setempat.

Bagi sebagian warga Sungai Gampa yang bertani dan menggunakan sampan untuk lalu lalang di sungai sehari-hari, hal tersebut kerap menyusahkan warga karena akses terhambat.

Salah satunya disampaikan Nor Ainah (73), menurutnya, sampah (gulma) ini makin tahun makin banyak dan mengotori sungai. Selain itu, ia sampannya juga kerap kesulitan untuk melintas karena sering terhalang.

“Beberapa tahun ini agak parah. Bilanya sudah banyak pasti terganggu, kasihan warga dan sampah ini marak bertebaran saat pasang,” ujarnya. Sabtu (28/3/2026).

Ia menyebut, sejumlah warga Sungai Gampa masih menggunakan sampan untuk akses bertani dan berkebun. Jika sampah bertebaran, akses mereka jelas terganggu, padahal, sampan merupakan moda transportasi tradisional yang kerap menjadi andalan segelintir warga.

“Terkadang ada yang tidak jadi melintas. Kalau aku, sudah tua nyamannya pakai sampan, jalan kaki jelas tidak sanggup penat,” ucap Ainah.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR yang sempat meninjau PDU tersebut belum lama ini.

Dalam video peninjauan yang diterima, Yamin tampak menunjukkan sampah-sampah kayu yang ditangkap. Bahkan saat itu disebutkan sampah tersebut hampir menggunung.

Wali kota menyebut, sampah tersebut merupakan kiriman yang berasal dari luar daerah, terutama kawasan hulu yang masuk ke Banjarmasin melalui Sungai Martapura.

“Jadi kita tetap melakukan pembersihan kiriman dari tetangga,” ucap Yamin.

Untuk itu, ia menilai penanganan sampah yang larut dapat menjadi perhatian masing-masing daerah agar menangani sampah bersama, terutama yang mengganggu keberlangsungan sungai.

“Kiriman ini datang terus, kalau tidak diangkut sampah ini akan menabrak dan masuk kota. Dikhawatirkan akan menghantam jembatan,” tutupnya.

Editor : Arif Subekti
#anyar #banjarmasin #benua #Sungai #Sampah #pekerjaan