Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

57 Armada Pengangkut Sampah Kota Banjarmasin Kurang Optimal: Bekerja Tanpa Henti, Sudah Seperti Alat Berat

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:36 WIB

PARKIR: Truk angkutan DLH Banjarmasin yang terparkir di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin
PARKIR: Truk angkutan DLH Banjarmasin yang terparkir di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin

BANJARMASIN - Kondisi armada pengangkut sampah di Kota Banjarmasin kian mengkhawatirkan. Mayoritas truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai sudah menua, dan tak lagi optimal dalam menunjang layanan kebersihan kota.

Dari total 83 unit truk, sebanyak 57 di antaranya disebut mengalami penurunan performa. Mulai dari konsumsi bahan bakar yang boros, hingga frekuensi perawatan yang semakin tinggi.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengungkapkan sekitar 60 persen armada sebenarnya sudah layak diremajakan. Bahkan, truk dengan usia di atas lima tahun pun dinilai mulai terbebani oleh tingginya intensitas kerja.

“Setiap hari armada bekerja tanpa henti. Bebannya berat, bahkan sudah seperti alat berat,” ujarnya, Jumat (27/3).

Berdasarkan data, terdapat tiga unit truk berusia 15–20 tahun, 20 unit berusia 10–15 tahun, serta 34 unit di rentang usia 5–10 tahun. Sementara sisanya, 23 unit berusia 3–5 tahun, dan hanya tiga unit yang tergolong baru, yakni 1–2 tahun.

Kondisi ini semakin diperparah oleh jarak tempuh yang tinggi. Setiap hari, armada harus menempuh 100 hingga 200 kilometer untuk mengangkut sampah dari berbagai wilayah menuju TPA Banjarbakula di Banjarbaru.

Tak hanya itu, beban kerja juga meningkat akibat kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke TPA, dari sebelumnya 300 ton menjadi 200 ton per hari. Artinya, efisiensi pengangkutan harus semakin ditingkatkan di tengah keterbatasan armada.

Risiko di lapangan pun tak kecil. Sepanjang 2025, tercatat 10 kecelakaan melibatkan truk sampah. Ditambah insiden ringan yang kerap terjadi saat operasional harian.

Meski usulan peremajaan armada terus diajukan setiap tahun, realisasinya masih terbentur keterbatasan anggaran. DLH menyebut fokus 2026, masih diarahkan pada penanganan dan pengurangan sampah.

Namun, harapan tetap ada. Peremajaan armada ditargetkan mulai berjalan lebih signifikan pada 2027, dengan penambahan dan penggantian unit secara bertahap.

Armada Sampah Banjarmasin

Kondisi Armada :
* Total armada: 83 unit truk
* Tidak optimal: 57 unit (±60%)
* Masalah utama: boros BBM & sering perawatan

Usia Armada :
* 15–20 tahun: 3 unit
* 10–15 tahun: 20 unit
* 5–10 tahun: 34 unit
* 3–5 tahun: 23 unit
* 1–2 tahun: 3 unit

Beban Kerja Tinggi :
* Operasi: setiap hari tanpa henti
* Jarak tempuh: 100–200 km/hari
* Rute: dari kota ke TPA Banjarbakula (Banjarbaru)

Risiko Lapangan :
* Kecelakaan 2025: 10 kasus
* Insiden ringan: sering terjadi saat operasional

Rencana ke Depan :
* 2026: fokus penanganan & pengurangan sampah
* 2027: target peremajaan bertahap armada

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#DLH Banjarmasin #kalimantan selatan #kota banjarmasin #truk #Banjarmasin Darurat Sampah