Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kejar Target Nasional Hingga 2029, Ini Catatan Pengelolaan Sampah di Banjarmasin

Zulvan Rahmatan • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:16 WIB

DIBERSIHKAN: Armada Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin mengangkut tumpukan sampah. (Dok. Radar Banjarmasin)
DIBERSIHKAN: Armada Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin mengangkut tumpukan sampah. (Dok. Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam mengejar target nasional pemerintah pusat 63,41 persen sampah terkelola pada 2026.

Target tersebut disampaikan melalui rilis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 9 Maret 2026, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki mengungkapkan terdapat sejumlah catatan untuk mencapai target nasional tersebut. Bahkan untuk target jangka panjangnya 100 persen sampah terkelola di tahun 2029.

Di antaranya, peningkatan dan pembenahan infrastruktur pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan. 

Ia menilai, unit armada pengangkut sampah perlu optimalisasi atau diperkuat, sebab sekitar 60 persen atau mayoritas dari jumlah yang dimiliki Pemko Banjarmasin telah berusia di atas 15-20 tahun.

“Kondisi tersebut pasti cukup berpengaruh terhadap kinerja pengangkutan hingga pengelolaan sampah,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Di sisi lain, menurutnya, skema pengumpulan sampah sejauh ini masih terdapat belum merata dan belum menyentuh sumber sampah, belum lagi perkara kapasitas masih kurang.

“Beberapa Infrastruktur pengumpulan atau TPS-TPS masih tidak merasa tersebar di sumber-sumber sampah dan ada kapasitas yang belum memadai,” sebutnya.

Untuk itu, ia menilai Kota Seribu Sungai masih harus membangun sistem infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih masif.

“Kalau bisa kita membangun unit pengolahan skala kawasan, fungsi agar sampah tuntas terolah di wilayahnya,” jelas Marzuki.

Sementara itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih dinilai penting, terutama dalam memilah sampah bedasarkan pengaturan yang lebih jelas dan terperinci.

Tak cukup, penggunaan teknologi yang tepat guna juga masuk dalam pertimbangan, termasuk berkolaborasi bersama swasta atau pihak ketiga dalam mendukung pengumpulan dan pengelolaan sampah yang lebih baik. 

“Mereka bisa berkontribusi, baik dari sisi keilmuan, penggunaan dengan inovasi teknologi yang lebih membantu sebagai stakeholder,” ucap Marzuki.

Perhatian akan pengelolaan sampah juga langsung disampaikan Kepala DLH yang baru, Ichrom Muftezar usai dilantik kemarin. Rabu (25/3/2026). 

Menurutnya, ruang kolaborasi tersebut sangat perlukan, bahkan dengan akademisi, dunia usaha, perbankan hingga instansi vertikal.

“Mungkin nanti ada program baru, atau peningkatan program yang sudah ada. Kita ingin mengeluarkan Banjarmasin dari darurat sampah,” tegas Tezar, sapaan akrabnya.

Melalui sejumlah rencana, ke depan, bahkan pihaknya ingin menekan volume sampah yang berakhir terbuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Meski demikian, hal tersebut masu perlu waktu untuk dicapai, termasuk dalam memenuhi target sampat terkelola dari pemerintah pusat.

“Intinya pengelolaan sampah, kita ingin yang terbuang ke TPA hanya residu atau sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang,” katanya.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Sampah