BANJARMASIN - Sejumlah pedagang yang bertoko di bawah eks Losmen Sinar Amandit, di kawasan Pasar Ujung Murung, Banjarmasin Tengah mulai melakukan evakuasi mandiri. Rabu (25/3/2026).
Langkah tersebut terpaksa dilakukan demi alasan keselamatan dan mengantisipasi kerugian yang lebih banyak.
Pasalnya, eks Losmen Sinar Amandit yang berada di atasnya atau lantai dua tersebut dilaporkan ambruk pada Selasa (24/3/2026) tadi malam.
Salah satunya dilakukan Rahmadi. Saat didatangi, ia tampak mengemasi pakaian yang selama ini ia perdagangkan.
Selain itu, ia khawatir adanya ambruk susulan, toko yang ia tempati kini tak lagi aman dari rembesan air hujan karena kondisi Losmen Sinar Amandit yang tak lagi kondusif akibat ambruk.
“Barang-barang diamankan dulu, sambil memikirkan pindah atau seperti apa. Yang jelas tak berani menempati toko saat ini,” ungkapnya.
Padahal menurutnya, toko tersebut masih menyisakan masa sewa selama sebulan. Perbulan, ia kena tarif sewa sebesar Rp500 ribu yang dibayarkan ke pihak losmen.
Hal serupa juga akan dilakukan Salma, penjaga toko pakaian, menurutnya, pemilik usaha sudah mengetahui kondisi tersebut dan merencanakan evakuasi mandiri.
“Rembes dan was-was ambruk susulan. Jadi masih menunggu arahan dari pemilik usaha,” tutur Salma.
Sementara itu, Perumda Pasar Kota Banjarmasin turut melakukan peninjauan pasca insiden. Mereka berkomunikasi bersama RT dan RW setempat, termasuk kepada para pedagang.
Direktur Operasional dan Bisnis, Perumda Pasar Kota Banjarmasin, Azhar Budi mengatakan terdapat 18 toko yang terdampak. Kemudian enam tempat tinggal, meski semuanya berada di jalur hijau.
Ia menegaskan, eks Losmen Sinar Amandit yang roboh bukan merupakan aset pasar, sehingga pihaknya tidak dapat bertanggung jawab secara langsung terhadap insiden ini.
Meski begitu, pihaknya tetap membantu dengan cara memberikan solusi alternatif berupa pindah ke kios atau toko yang berada langsung di bawah pengelolaan Perumda Pasar.
“Bangunan roboh ini di luar aset pasar. Tapi kita akan tetap carikan solusi bagi para pedagang yang terdampak,” tegas Azhar.
Selain itu, pihaknya juga meingimbau agar masyarakat dan pedagang yang terdampak agar secepatnya melakukan evakuasi karena dinilai masih rawan untuk keselamatan.
“Kita utamakan keselamatan pedagang dan masyarakat agar tidak beraktivitas di lokasi kejadian,”pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Eks Losmen Sinar Amandit memang sudah tidak ditinggali sejak beberapa bulan ke belakang. Beruntungnya, tak ada korban dalam insiden ambruknya bangunan tua tersebut.
Editor : Arif Subekti