Mereka datang untuk menerima distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang digelar Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Tahun ini jumlah penerima melonjak signifikan. Sekitar 4.000 orang hadir menerima bantuan, naik drastis dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 3.000 orang.
Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Muhammad Tambrin mengungkapkan total dana ZIS yang terhimpun mencapai Rp313 juta dari berbagai sumber.
"Setiap warga yang hadir kita berikan Rp50 ribu. Ini bagian dari pengeluaran kepada yang mustahik," ujarnya.
Rincian dana ZIS yang dikelola UPZ terdiri atas zakat fitrah Rp87,9 juta, zakat mal Rp106 juta, fidyah Rp19 juta, serta bantuan Gubernur Kalimantan Selatan dari CSR Bank Kalsel sebesar Rp100 juta.
Selain uang tunai, sebanyak 1.500 kantong beras juga disiapkan untuk disalurkan secara bertahap kepada warga sekitar lingkungan masjid, termasuk tenaga honorer kebersihan dan tukang parkir.
Pendistribusian dilakukan tanpa pendataan khusus. Warga dari berbagai kecamatan di Banjarmasin, laki-laki, perempuan, hingga anak-anak, cukup hadir di masjid untuk menerima bantuan.
Tambrin menjelaskan, beras tidak diberikan kepada anggota badan pengelola masjid. "Karena kita hanya sebagai amil dan untuk mendistribusikannya," jelasnya.
Di momen yang sama, pengelola masjid memberikan piagam penghargaan dan parsel kepada Ani Arini atas dedikasinya menjaga warisan kuliner khas Bubur Sabilal.
Bubur Sabilal merupakan hidangan ikonik yang selalu hadir setiap buka puasa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin sejak 1982.
Tradisi kuliner ini telah bertahan lintas generasi hingga kini memasuki generasi ketiga, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas sosial dan keagamaan masjid kebanggaan warga Banjarmasin. (*)
Editor : M. Ramli Arisno