BANJARBARU – Persoalan sampah di Banjarbaru masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), tingkat pengelolaan sampah di kota ini baru sekitar 11 persen.
Fakta tersebut mengemuka dalam kegiatan aksi korvei lingkungan yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru bersama jajaran KLH dan organisasi pegiat lingkungan di Lapangan Murdjani, Senin (9/3) sore.
Staf Ahli Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya KLH, Noer Adi Wardojo, mengatakan masih ada sekitar 89 persen sampah yang belum terkelola secara optimal di Banjarbaru. "Ini menjadi pekerjaan besar yang harus dikejar dalam empat tahun ke depan,” ungkapnya.
Pemerintah pusat menargetkan Kota Banjarbaru mampu mencapai pengelolaan sampah hingga 100 persen pada 2029. Menurut Noer, salah satu kunci utama untuk mengejar target tersebut adalah memperkuat sistem pemilahan sampah dari rumah tangga. “Masyarakat perlu diberikan edukasi, fasilitas, serta sistem pengumpulan sampah terpilah yang berjalan secara konsisten,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, mengakui pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. “Memang saat ini baru sekitar 11 persen sampah yang terkelola. Ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi kami,” ujarnya.
Pihaknya berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah yang berjalan saat ini, termasuk memperkuat peran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
“Kekuatan utama ada pada masyarakat. Kita harus mengoptimalkan kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang,” katanya.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Sutrisno
Editor : Arief