BANJARMASIN - Sudah setahun Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih di Banjarmasin Selatan ditutup Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) RI. Hingga kini fasilitas tersebut belum kembali beroperasi.
Kondisi itu menjadi perhatian DPRD Kota Banjarmasin. Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengatakan pihaknya ingin mengetahui sejauh mana perkembangan pembenahan yang dilakukan pemerintah kota. “Memungkinkankah untuk bisa kembali beroperasi secepatnya,” ujarnya, Senin (9/3).
Ridho menyebut keberadaan TPAS Basirih sangat vital, karena produksi sampah di Banjarmasin mencapai lebih dari 400 ton per hari. Sementara kota ini hanya memiliki satu tempat pembuangan akhir.
Sejak ditutup, Pemko Banjarmasin harus mengirim sampah ke TPAS Banjarbakula di Banjarbaru yang dikelola Pemprov Kalsel. Kondisi tersebut membuat biaya operasional meningkat, baik untuk armada pengangkut maupun biaya pembuangan. “Jika kondisi ini tidak segera disikapi dengan serius, terutama dengan mempercepat pembenahan TPAS Basirih sesuai syarat Kemen-LH, maka penanganan darurat sampah di kota ini akan berlangsung lebih lama,” katanya.
Meski demikian, DPRD mengapresiasi langkah pemerintah kota yang terus melakukan pembenahan sesuai rekomendasi Kemen-LH. “Kami harap tahun ini bisa selesai. Bahkan kalau memungkinkan tahun ini juga, TPAS Basirih sudah bisa dibuka kembali untuk penanganan sampah,” harapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan ada 22 poin sanksi dari Kemen-LH yang harus dipenuhi pemerintah kota. Sebagian besar poin tersebut telah diselesaikan, dan hanya tersisa satu poin. “Ada beberapa zona sampah di TPAS Basirih yang harus kita uruk dan benahi tanggulnya. Untuk pengelolaan air lindi dari limbah sampah juga sudah kita lakukan perbaikan maksimal,” jelas Alive.
Ia menambahkan pembenahan TPAS Basirih dipimpin langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota. “Mudah-mudahan dengan upaya maksimal ini, Kemen-LH memberikan kesempatan lagi agar TPAS Basirih bisa kembali beroperasi,” ujarnya.
Sambil menunggu pembukaan kembali TPAS Basirih, Pemko Banjarmasin menjalankan penanganan darurat sampah dengan mengoptimalkan bank sampah dan rumah pilah di kelurahan, serta mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah. “Sejauh ini, kondisi mulai terkendali dengan upaya tersebut. Tetap bekerja sama dengan TPAS Banjarbakula di Banjarbaru,” tutupnya.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief