Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

53 Suspek Campak Dilaporkan di Banjarbaru pada Awal 2026, Satu Kasus Positif Rubella

Sheilla Farazela • Senin, 9 Maret 2026 | 12:37 WIB

Ilustrasi penyakit Campak (freepik)
Ilustrasi penyakit Campak (freepik)
BANJARBARU – Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 53 kasus suspek campak yang dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sejak minggu pertama hingga minggu kedelapan tahun 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Senin (9/3) mengatakan puluhan laporan tersebut masih didominasi hasil pemeriksaan negatif.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, sebanyak 24 kasus dinyatakan negatif campak dan rubella, satu kasus positif rubella, serta dua kasus positif campak. Selain itu, tiga sampel masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, sementara 23 kasus tidak memiliki sampel pemeriksaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi epidemiologi lanjutan, kasus positif campak dan rubella tersebut tidak memiliki hubungan epidemiologi satu sama lain. Artinya, tidak ditemukan keterkaitan penularan langsung antar kasus yang terlapor.

Campak sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam kemerahan pada permukaan kulit.

Menurut dr. Siti, penanganan penderita campak umumnya bersifat suportif. “Penanganannya berupa pemberian cairan yang cukup, nutrisi, vitamin A, serta obat penurun panas untuk membantu meredakan gejala,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, pihaknya menekankan pentingnya imunisasi Campak-Rubela (MR) sesuai jadwal imunisasi nasional. 

Selain itu, penguatan surveilans dan pelaporan kasus suspek juga menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit.

“Masyarakat kami imbau tidak panik, namun tetap waspada serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#banjarbaru #Campak