BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mulai mematangkan rencana pembangunan jalan lingkar yang akan menghubungkan wilayah timur hingga selatan kota.
Dalam konsep awal, jalan lingkar tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 43,2 kilometer.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Adi Maulana mengatakan, trase awal jalan lingkar sudah disusun dan mulai diperdalam dari berbagai aspek teknis.
"Untuk kajian teknis, pendetailan DED, serta dokumen-dokumen lingkungan kami kerjakan tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai pengerjaan fisik,” ujarnya.
Secara garis besar trase awal jalan lingkar tersebut direncanakan dimulai dari Jalan Ir PM Noor, Sungai Ulin, masuk ke Jalan Sirkuit menuju wilayah Gunung Kupang.
Selanjutnya, jalur tersebut keluar di kawasan Simpang Empat Jalan Mistar Cokrokusumo–Bina Bakti, lalu tersambung ke Jalan Taruna Bakti hingga ke Jalan Purnawirawan, Kelurahan Palam.
Dari titik tersebut, jalan akan terhubung ke Jalan Guntung Manggis Ujung, Kelurahan Guntung Manggis, lalu diteruskan hingga ke Jalan Banjarbaru-Pelaihari. Tidak jauh dari Bati-Bati, Tanah Laut.
Adi mengungkapkan, rencana jalan lingkar itu membutuhkan dukungan pendanaan hingga Rp380 miliar. "Sumber dananya nanti diharapkan Rp320 miliar dari APBN, lalu Rp40 miliar APBD Provinsi Kalsel dan Rp20 miliar dari APBD Kota Banjarbaru," ungkapnya.
Agar APBN bisa mendukung pembangunan jalan ini, ia menyampaikan, pemko telah mengusulkannya melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). "Tahun ini pemerintah pusat sudah mulai mengerjakan pembangunan di Jalan Purnawirawan yang menghubungkan Palam dan Guntung Manggis, ini masuk dalam trase jalan lingkar," pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief