Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

4 Pasar Induk di Banjarmasin Rawan Pungli dan Premanisme, Perumda Pasar Kerahkan Personel Gabungan

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:55 WIB

PERLU PENEGAKAN HUKUM: Pasar Harum Manis di kawasan Pasar Lima menjadi salah satu daerah yang rawan pungli dan premanisme.
PERLU PENEGAKAN HUKUM: Pasar Harum Manis di kawasan Pasar Lima menjadi salah satu daerah yang rawan pungli dan premanisme.

BANJARMASIN - Praktik pungutan liar (pungli) kembali menjadi perhatian menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri di sejumlah pasar besar Kota Banjarmasin. Aktivitas premanisme tersebut biasanya menyasar pedagang dengan modus meminta uang Tunjangan Hari Raya (THR).

Selain pedagang, pengunjung pasar juga kerap menjadi sasaran. Modus yang muncul di antaranya pengamen yang meminta-minta uang di kawasan pasar.

Manager Operasional Perumda Pasar Kota Banjarmasin, Rizali Hakim mengatakan dari 29 pasar milik pemerintah, beberapa pasar besar dinilai rawan praktik pungli dan premanisme. Pasar yang dimaksud antara lain Sentra Antasari, Harum Manis di kawasan Pasar Lima, Sudimampir, dan Ujung Murung. “Ini berkaitan dengan perilaku melawan hukum. Ada beberapa pasar yang memang berpotensi jadi target pungli dan premanisme,” ujarnya, Jumat (26/3).

Manager Hukum Perumda Pasar, Rizki Akbari menjelaskan fenomena tersebut kembali mencuat setelah muncul sejumlah aduan dari pedagang di kawasan Pasar Sudimampir dan Pasar Lima. Keluhan itu disampaikan melalui berbagai saluran. Mulai dari media sosial Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR, laporan ke narahubung, hingga temuan langsung petugas Perumda Pasar di lapangan.

Menurut Rizki, aktivitas pungli biasanya mulai meningkat sekitar 10 hari menjelang Lebaran. Karena itu, diperlukan langkah pencegahan agar tidak meresahkan para pedagang.

Sebagai langkah awal, Perumda Pasar berencana membuka posko pengaduan di sejumlah pasar yang dianggap rawan. Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi sekitar sepekan sebelum Lebaran.

Sementara itu, spanduk imbauan untuk melaporkan pungli telah dipasang di sejumlah titik pasar. “Kita harap aktivitas pungli dan premanisme ini tidak ada lagi. Meski begitu, ini tetap akan terus diawasi dan langsung ditindaklanjuti jika ada laporan terbaru,” tegasnya.

Rizki menegaskan praktik pungutan liar memiliki konsekuensi hukum. Terutama jika disertai unsur intimidasi atau kekerasan terhadap pedagang. Karena itu, pengawasan juga melibatkan aparat penegak hukum. Jika ditemukan unsur pidana, penanganannya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Pengawasan dilakukan bersama sejumlah instansi seperti Kodim 1007/Banjarmasin, Polresta Banjarmasin, dan Satpol PP.

Patroli juga rutin digelar di kawasan pasar. Berdasarkan catatan tahun lalu, tim patroli belum menemukan langsung praktik pungli di lapangan. Meski demikian, Perumda Pasar tetap membuka ruang pengaduan bagi pedagang. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi di lapangan sebelum ditindaklanjuti oleh tim operasional

Waspada Pungli di Pasar Banjarmasin

Modus yang Sering Terjadi
- Meminta uang THR kepada pedagang.
- Pengamen meminta-minta kepada pengunjung pasar.
- Aksi dilakukan oleh oknum preman di area pasar.
- Biasanya mulai 10 hari menjelang Lebaran.

Beberapa pasar besar yang Dinilai Rawan:
- Pasar Sentra Antasari.
- Pasar Harum Manis (Pasar Lima).
- Pasar Sudimampir.
- Pasar Ujung Murung.

Sumber Aduan
- Media sosial Wali Kota Banjarmasin.
- Laporan ke narahubung Perumda Pasar
- Temuan petugas di lapangan.

Langkah Pencegahan
- Posko pengaduan akan dibuka di pasar rawan.
- Dipasang spanduk imbauan stop pungli.
- Patroli rutin di kawasan pasar.

Instansi yang Terlibat Pengawasan
- Perumda Pasar Banjarmasin.
- Kodim 1007/Banjarmasin.
- Polresta Banjarmasin.
- Satpol PP.

Konsekuensi Hukum
- Pungli termasuk tindakan melawan hukum.
- Jika ada intimidasi atau kekerasan, kasus akan diproses kepolisian.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #premanisme #kota banjarmasin #Pasar di Kalsel