Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sejumlah SPPG di Banjarmasin Masih Melayani 3.000 Porsi, Pemerataan akan Disesuaikan Bertahap

Zulvan Rahmatan • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:13 WIB

DAPUR MBG: Salah satu dapur penyedia menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjarmasin.
DAPUR MBG: Salah satu dapur penyedia menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjarmasin.
BANJARMASIN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soraya, Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah menghentikan distribusi makan bergizi gratis (MBG) ke SMKN 1 Banjarmasin.

Distribusi selanjutnya akan ditangani oleh SPPG Pekapuran Laut di wilayah kecamatan yang sama.

Peralihan distribusi ke SMKN 1 Banjarmasin ini merupakan penyesuaian, atau lebih tepatnya pemerataan untuk SPPG yang dinilai melayani porsi MBG harian tergolong besar.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Banjarmasin, Cahyadi menjelaskan, pemerataan ini merupakan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) agar pengawasan lebih bagus, teliti terhadap standar pelayanan dan gizi karena ada ketentuan batas produksi.

Ia menyebut, SPPG Soraya telah mengakomodir sekitar 4.000 porsi MBG per hari sehingga perlu dialihkan ke SPPG yang baru berdiri.

“Karena kemungkinan nanti setiap SPPG melayani cuma mulai sekitar 2.000-an porsi saja lagi. Supaya pengawasannya lebih bagus, lebih teliti lagi. SOP-nya lebih dijalankan dengan baik lagi karena porsinya lebih sedikit,” ujarnya. Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, ini akan berlaku untuk semua SPPG yang jumlah produksi hariannya mencapai 3.000 porsi. Penanganan distribusinya akan dialihkan ke SPPG lain agar terbagi rata secara bertahap.

Diakuinya, saat ini, masih terdapat sejumlah SPPG di Banjarmasin yang melayani produksi harian MBG sekitar 3.000 porsi sehingga pembagian distribusi ke depan perlu disesuaikan lagi.

“Sudah ada SPPG yang siap beroperasi ada yang masih tahap pembangunan. Maka sesuai aturan saat ini yang 3.000 akan dialihkan sebagian,” jelas Cahyadi.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada 52 SPPG yang telah berjalan. 20 SPPG lainnya masih dibangun dan ada yang masih dalam tahap persiapan untuk bisa beroperasi.

Pihaknya menambahkan, perkembangan program SPPG saat ini masih bersifat dinamis. Hal itu karena adanya penambahan kelompok penerima manfaat yang terus berkembang seiring kebijakan dari pemerintah pusat.

Awalnya program tersebut hanya menyasar kalangan siswa. Namun dalam perkembangannya, sasaran penerima manfaat mulai diperluas, termasuk ibu hamil, balita, ibu menyusui, hingga tenaga pendidik seperti guru dan petugas keamanan sekolah.

Ke depan, cakupan penerima manfaat juga berpotensi kembali bertambah. Di antaranya dengan menyasar kelompok lansia serta anak-anak jalanan.

Karena itu, pihaknya masih terus memantau perkembangan program tersebut sebelum menentukan jumlah maupun cakupan penerima secara pasti.

Meski demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan program tetap dilakukan. Bahkan disebutkan pengawasan kini semakin ditingkatkan agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, kebijakan produksi harian dari SPPG juga telah tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.

Dalam keputusan itu dijelaskan bahwa setiap SPPG secara standar dirancang untuk melayani hingga 2.500 porsi makanan bergizi per hari, dengan rincian maksimal 2.000 porsi untuk peserta didik anak sekolah dan 500 porsi untuk kelompok non-peserta didik atau kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #SPPG #Mbg