Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Halaman Kantor Kelurahan Pangeran Banjarmasin Kerap Jadi TPS Dadakan, Diduga Tak Tertib Program Surung Sintak

Zulvan Rahmatan • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:31 WIB

SAMPAH: Halaman Kantor Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara di Jalan Perdagangan di sore hari sudah mulai dipenuhi sampah. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
SAMPAH: Halaman Kantor Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara di Jalan Perdagangan di sore hari sudah mulai dipenuhi sampah. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Kantor Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara di Jalan Perdagangan tak jarang menuai sorotan sebab kerap menyisakan tumpukan sampah bak TPS (tempat pembuangan sementara) dadakan di halaman.

Sebagai informasi, Surung Sintak merupakan program Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Pada jadwal tertentu, truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pekerja sampah bergerobak akan bertemu. 

Fungsinya, menghindari tumpukan sampah bertahan lama di TPS agar lebih tertib dan terjadwal.

Sewaktu-waktu, titik ini kerap menyisakan sampah yang tak habis terangkut dan menjadi keluh kesah warga. Mulai dari penumpukan di luar jam Surung Sintak dan aroma tak sedap yang menjalar ke pemukiman sekitar.

Sekretaris Kelurahan Pangeran, Nur Halifah mengakui bahwa terdapat keluhan dan laporan warga berkaitan hal tersebut. 

Menurutnya, halaman kantor dipilih sebagai titik pengumpulan karena dinilai memiliki akses terbuka dan mudah dijangkau kendaraan pengangkut.

“Sudah ada kebijakan bahwa kantor kelurahan dipilih sebagai titik penjemputan karena aksesnya lebih terbuka,” jelasnya. Rabu (4/3/2026) kemarin.

Meski jadwal pengangkutan telah ditetapkan setiap pukul 19.00 hingga 20.00 WITA, kenyataan di lapangan masih ditemukan sampah yang tertinggal. 

Salah satu penyebab, pengangkut sampah bergerobak diduga datang setelah jam truk Surung Sintak telah selesai beroperasi sehingga sampah tak terangkut dan ketinggalan.

“Kadang ada yang datang terlambat. Belum lagi ada yang sengaja meninggalkan sampah saat kondisi kantor sudah tutup,” ungkapnya.

Teguran telah diberikan oleh pihak kelurahan kepada pekerja sampah bergerobak agar menyerahkan sampah sesuai jam operasional truk Surung Sintak. Namun, tetap saja terus berulang.

“Kami minta tetap sesuai waktu yang ditetapkan. Alasannya beragam baru bisa mengangkut sampah dari warga,” ucap Halifah.

Ia menyatakan, kelurahan berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan melibatkan Satpol PP untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Belum lagi, volume sampah harian di Kelurahan Pangeran tergolong tinggi karena cukup padat, ditambah aktivitas kuliner di sejumlah kawasannnya.

Sebab itu, penanganan yang konsisten serta disiplin waktu dinilai menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin persoalan sampah ini bisa diselesaikan tanpa meresahkan warga,” tandas Halifah.

Di sisi lain, staf kelurahan, Surya Darma menjelaskan asal muasal halaman kantor jadi titik bertemunya Program Surung Sintak untuk menjemput dan mengumpulkan sampah.

Di RT 7, pihaknya pernah menggelar TPS, namun dalam hitungan hari sudah menuai protes keras dari warga. Menurutnya, TPS masih rawan menuai penolakan, terutama berada di dekat permukiman.

“Mana ada yang suka dengan sampah, alasannya bau dan sebagainya. Sehingga halaman kelurahan jadi titik yang telah digunakan hingga satu tahun ini,” bebernya.

Di konfirmasi, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki menegaskan Surung Sintak akan efektif jika masing-masing pemeran tertib dalam melaksanakan.

Menurutnya, ketentuan tentang program ini telah diterapkan. Sehingga kelurahan berhak menolak tempatnya dititipi sampah karena bukan TPS, apalagi telah lewat jadwal.

“Karena Surung Sintak ini di luar jam kerja kedinasan pagar halaman kelurahan mestinya bisa ditutup. Sesuai jam dan standar operasional,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno