BANJARMASIN - Pedagang di sejumlah pasar milik Perumda Pasar Banjarmasin mengeluh lantaran kerap jadi target praktik pungutan liar (pungli).
Persoalan ini pun telah jadi pembahasan dalam rapat yang digelar bersama TNI, Polri, Satpol PP dan pihak Perumda. Rabu (4/3/2026).
Respon cepat ini dinilai perlu diambil lantaran disebut-sebut telah banyak laporan pedagang dan pembeli yang mengaku resah dengan adanya oknum yang melakukan pungutan tidak resmi.
Terlebih, aktivitas ekonomi di pasar mulai meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M. Abdan Syakura, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pungli yang membebani pedagang.
“Pasar merupakan urat nadi ekonomi daerah yang harus dijaga kondusivitasnya. Peningkatan transaksi menjelang hari besar keagamaan tidak boleh dimanfaatkan pihak tertentu untuk menarik pungutan di luar ketentuan,” tegasnya.
Operasi gabungan rencananya akan dilakukan. Tim fokus pada sejumlah langkah strategis. Di antaranya patroli rutin di titik-titik rawan, penertiban terhadap oknum yang terbukti melakukan pungutan tidak sah, serta sosialisasi mekanisme pembayaran resmi kepada pedagang.
Selain itu, Perumda Pasar juga membuka posko pengaduan untuk memudahkan pedagang melaporkan praktik pemerasan atau pungutan di luar tarif resmi.
Pihak kepolisian dan TNI menyatakan dukungan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pasar. Aparat memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan intimidasi maupun pungli.
"Kami memastikan bahwa hukum akan ditegakkan bagi siapa pun yang mencoba melakukan intimidasi atau pungli di pasar. Kami akanbersiaga penuh untuk memastikan keamanan para pedagang maupun pembeli," ucap Kabag Ops Polresta Banjarmasin, Kompol Supriyanto.
Perumda Pasar mengimbau pedagang agar tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Laporan dapat disampaikan melalui call center Perumda Pasar di 082190060891 atau layanan kepolisian di nomor 110.
Pasar diharapkan tetap menjadi ruang ekonomi yang bersih, tertib dan aman. Sehingga pedagang maupun pembeli dapat beraktivitas dengan nyaman menjelang hari raya.
Editor : Arif Subekti