BANJARMASIN – Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir membuat jajaran Dinas Lingkungan Hidup (dlh) Kota Banjarmasin waspada. Bagaimana tidak, hujan disertai angin kencang berpotensi memicu pohon tumbang di sejumlah ruas jalan.
Mengantisipasi hal itu, tim skylift DLH rutin bergerak melakukan pemangkasan pohon di berbagai kawasan.
Kepala Bidang Pertamanan, Sarana dan Prasarana DLH Kota Banjarmasin, M. Fauzi Noor, menegaskan pihaknya terus siaga memantau kondisi lapangan.
“Makanya kami selalu standby, memantau kondisi di lapangan. Kalau ada yang berpotensi membahayakan, langsung kami eksekusi,” ujar Fauzi, Rabu (4/3/2026) siang.
Namun di balik kesiapsiagaan itu, DLH menghadapi kendala keterbatasan armada. Saat ini hanya tersedia tiga unit skylift. Satu unit sudah berusia tua, dua lainnya masih lumayan.
“Armada skylift kami hanya tiga unit. Itu digunakan dan manfaatkan dengan optimal,” jelas Fauzi.
Belum adanya penambahan armada, kata dia, tak lepas dari kondisi anggaran yang masih difokuskan pada prioritas lain serta terdampak efisiensi.
Idealnya diakui Fauzi, setiap kecamatan membutuhkan masing-masing satu armada dan satu tim khusus.
“Kalau idealnya lima kecamatan, lima armada, lima tim. Tapi sekarang armada dan tim yang ada itu-itu saja, berputar menangani seluruh wilayah kota yang luas dengan jumlah pohon cukup banyak,” bebernya.
Saat ini DLH menurunkan tiga tim yang bekerja secara bergiliran pagi, siang, dan malam. Setiap tim beranggotakan lima personel. Mereka menyisir titik-titik rawan, terutama pohon yang sudah tua atau terindikasi lapuk.
Data DLH mencatat, sekitar 7 ribu pohon merupakan aset pemko yang menjadi tanggung jawab pemeliharaan rutin. Mulai dari pemangkasan dahan, penanganan pohon miring, hingga evakuasi pohon tumbang.
Dalam praktiknya, petugas masih mengandalkan pengecekan manual alias kasat mata. Di sinilah tantangannya.
“Kadang dari luar terlihat bagus, tapi belum tentu bagian dalam batangnya tidak lapuk. Itu memang tidak selalu bisa terdeteksi hanya dengan pengamatan visual,” akui Fauzi.
Untuk kondisi darurat, DLH berkolaborasi dengan BPBD. Jika pemangkasan bersinggungan dengan jaringan listrik atau kabel telekomunikasi, PLN dan Telkom turut dilibatkan.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Warga diminta segera melapor jika menemukan pohon yang dianggap membahayakan.
“Keselamatan warga jadi prioritas. Kami terus monitor dan bergerak. Dengan keterbatasan yang ada, kami maksimalkan yang bisa kami lakukan,” tegasnya.
Editor : Arif Subekti