Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

1.613 Bangunan Berdiri di Bantaran Sungai di Banjarmasin Timur, Termasuk Rumah Ibadah dan Kios

Zulvan Rahmatan • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:28 WIB

TERDATA: Salah satu bangunan di atas bantaran sungai jadi target penertiban di Sungai Simpang Limau, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.
TERDATA: Salah satu bangunan di atas bantaran sungai jadi target penertiban di Sungai Simpang Limau, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

BANJARMASIN – Kecamatan Banjarmasin Timur mencatat sebanyak 1.613 bangunan berdiri di wilayah bantaran sungai. Data tersebut berdasarkan rekap Pemerintah Kota Banjarmasin tahun 2025.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.553 unit merupakan rumah tinggal. Sisanya, 60 bangunan berupa fasilitas nonhunian seperti musala, langgar, kios, gudang, dan warung.

Kelurahan Banua Anyar menjadi wilayah dengan bangunan terbanyak, yakni 358 unit. Terdiri dari 352 rumah, dan enam bangunan lainnya. Berikutnya di Kelurahan Sungai Lulut dengan 333 rumah.

Kelurahan Pengambangan mencatat 245 bangunan, Sungai Bilu 214 rumah, serta Karang Mekar 199 bangunan, termasuk 24 unit nonhunian. Pekapuran Raya memiliki 155 bangunan, Kebun Bunga 81 rumah, Pemurus Luar 19 rumah, dan paling sedikit Kuripan dengan sembilan rumah.

Sekretaris Kecamatan Banjarmasin Timur, Ahdiat Shobari mengatakan pendataan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR terkait bangunan di bantaran dan sempadan sungai.

Di tingkat kecamatan, pendataan disertai pendekatan persuasif kepada warga. Sosialisasi dilakukan, salah satunya saat kegiatan normalisasi sungai di Kelurahan Sungai Lulut, dengan melibatkan RT, lurah, serta perwakilan Dinas PUPR. “Sosialisasi juga akan dilakukan terus secara bertahap,” jelasnya.

Menurut Ahdiat, respons masyarakat sejauh ini cukup kooperatif. Kecamatan kini masih mencari lahan yang memungkinkan jika rencana relokasi diterapkan pemerintah.

Proses tersebut dilakukan bersama dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin dan Disperkim.

Ia menegaskan, kecamatan tidak menjadi penentu utama penertiban. Perannya sebatas pendataan, koordinasi wilayah, dan menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menyebut hasil identifikasi akan dikolaborasikan dengan seluruh camat. Data tersebut menjadi dasar pemetaan bangunan yang berpotensi menghambat aliran air dan memperparah banjir. “Dari data tersebut itulah yang berpotensi menghambat aliran. Penanganan banjir akan dilakukan perwilayah pengendali genangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penertiban bangunan bantaran sungai akan dilakukan secara bertahap, persuasif, dan mengedepankan sosialisasi agar mudah diterima masyarakat.

Selain itu, proses administrasi relokasi maupun penataan kawasan akan dilakukan secara teliti untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari, baik bagi pemilik bangunan bersertifikat maupun tidak. “Meski begitu, kita ingin langkah ini tidak menimbulkan dampak hukum. Jadi proses administrasi akan dilakukan dengan teliti,” pungkasnya. 

Data Bangunan di Bantaran Sungai Banjarmasin Timur
- Rumah tinggal: 1.553 unit.
- Nonhunian: 60 unit (musala, kios, gudang, warung, langgar).
- Total 1.613 bangunan.

Sebaran Bangunan per Kelurahan
- Banua Anyar: 358 unit.
- Sungai Lulut: 333 unit.
- Pengambangan: 245 unit.
- Sungai Bilu: 214 rumah.
- Karang Mekar: 199 unit.
- Pekapuran Raya: 155 unit.
- Kebun Bunga: 81 rumah.
- Pemurus Luar: 19 rumah.
- Kuripan: 9 rumah (terendah).

Dampak Lingkungan
- Bangunan berpotensi menghambat aliran air.
- Berisiko memperparah banjir.
- Penanganan dilakukan per wilayah genangan.

Kebijakan Penertiban
- Dilakukan bertahap dan persuasif.
- Mengutamakan sosialisasi.
- Administrasi relokasi dilakukan teliti.
- Menghindari persoalan hukum.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

 Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Tata Kota Kalsel #Sungai Banjarmasin #kota banjarmasin