Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rawan Ambruk, Lantai SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin yang Melengkung Jadi Sorotan

Zulvan Rahmatan • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:00 WIB

MELINGKAR: Sejumlah kursi meja siswa SDN Sungai Lulut 3 dibuat melingkar karena lantai kelas yang melengkung. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MELINGKAR: Sejumlah kursi meja siswa SDN Sungai Lulut 3 dibuat melingkar karena lantai kelas yang melengkung. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Kondisi SDN Sungai Lulut 3, di Jalan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur menjadi sorotan Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Syaripuddin. 

Pasalnya, lantai kelas V dan VI tampak melengkung dan telah digunakan siswa sekolah sekitar dua tahun. Menurutnya, ini pasti sangat membahayakan apabila dibiarkan terus menerus.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel ini mengingatkan peristiwa lantai ambruk yang sempat terjadi di salah satu sekolah di Banjarmasin pada 2024 lalu. 

Ia mewanti-wanti agar risiko ini jangan sampai terjadi hingga mengancam keselamatan siswa.

Pendidikan yang berkulitas merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Mulai dari SDM pendidik berkompeten hingga sarana prasarana yang memadai. 

Kondisi ruang kelas SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin melengkung dinilai tak sepatutnya terjadi di Kota Banjarmasin. Bang Dhin, sapaan akrabnya, menilai kepekaan kepala daerah terhadap kondisi ini patut ditingkatkan. 

“Jangan sampai ada siswa di Kota Banjarmasin mendapatkan fasilitas pendidikan yang tidak layak. Apalagi sampai kepala dinas tidak tahu kondisi tersebut, ini memprihatinkan," ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Pria yang akrab disapa Bang Dhin menilai, program wali kota dan wakil wali kota Banjarmasin terkait bidang pendidikan perlu dijalankan lebis serius.  

“Program bukan hanya manis di media sosial, namun harus betul-betul bisa dirasakan masyarakat kebermanfaatan programnya," ucap Bang Dhin. 

Bang Dhin berharap, ke depan pemerintah kota Banjarmasin bisa lebih serius mengurus bidang pendidikan. "Jangan remehkan pendidikan. Harus betul-betul diperhatikan untuk kemajuan daerah," jelasnya.

Ia juga memerintahkan Fraksi PDIP di DPRD Kota Banjarmasin untuk melakukan fungsinya dengan konsisten demi kebaikan masyarakat Kota Seribu Sungai ke depan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah, Huda Ahmadi mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun. 

Selama itu pula, siswa terpaksa duduk membentuk lingkaran mengikuti kontur lantai untuk menghindari bagian tengah yang dianggap rawan. 

Jumlah siswa di kelas tersebut juga dibatasi. Langkah ini diambil demi meminimalkan risiko kecelakaan.

Meski kondisinya tidak ideal, ruang kelas tetap digunakan. Opsi pengosongan atau pergantian kelas dinilai belum memungkinkan.

“Sudah banyak opsi yang kami tempuh, termasuk gantian kelas. Namun masih belum mudah,” ungkap Huda belum lama ini.

Editor : Sutrisno
#Sekolah #banjarmasin