Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tambalan Aspal Rusak Terus, Persoalan Jalan Berlubang di Pemurus Dalam Tak Kunjung dapat Titik Terang

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:39 WIB

HINDARI LUBANG: Simpang tiga Jalan Yudistira dekat Masjid Al Falah jadi lokasi yang kerap rusak meski berulang kali ditambal.
HINDARI LUBANG: Simpang tiga Jalan Yudistira dekat Masjid Al Falah jadi lokasi yang kerap rusak meski berulang kali ditambal.

BANJARMASIN - Persoalan jalan berlubang di Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, belum juga menemukan titik terang. Sejumlah ruas jalan di kawasan ini terus rusak meski berulang kali ditambal.

Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di beberapa titik. Di antaranya tak jauh dari pintu masuk Jalan Beruntung Jaya dari Jalan Ahmad Yani. Lubang juga tampak di depan gerai Alfamart Beruntung Jaya, meski baru ditambal.

Kerusakan serupa ditemukan di Jalan Dharmawangsa. Di ruas ini, genangan banjir yang tak kunjung surut ikut memperparah kondisi aspal.

Titik lain yang memantik perhatian berada di simpang tiga Jalan Yudistira, dekat Masjid Al Falah, Pemurus Dalam, Banjarmasin, Kamis (26/2). Di lokasi ini, jalan sudah tiga kali diperbaiki dalam waktu berdekatan, namun kembali rusak.

Seorang pedagang beras, Ahmad Fahruzi mengaku heran melihat kondisi tersebut. Ia menyebut pengaspalan dilakukan berulang kali dalam sebulan. “Sebulan dua kali, setengah bulan sekali diaspal. Total ada tiga kali sudah. Tapi tetap rusak lagi,” keluhnya.

Fahruzi menduga pengerjaan tidak memperhatikan kondisi lapangan, terutama saat jalan masih basah. “Harusnya pakai aspal yang panas. Pun ketika mengaspal jalanan harus kering. Ini ada airnya diaspal bagaimana? Dipaksa tambal, ya begitulah nasibnya,” singgungnya.

Ia menilai pola tambal sulam tidak efektif dan justru membuang anggaran. Menurutnya, meski musim hujan menjadi tantangan, pemerintah seharusnya memiliki strategi agar kualitas perbaikan lebih tahan lama. “Sampai sekarang belum terselesaikan persoalan jalan ini. Harusnya bisa lebih diperhitungkan untuk pengaspalan,” tuturnya.

“Kalau kurang tepat seperti ini, sayang material. Biaya proyek, jika berulang kali melakukan pengaspalan,” ucapnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina belum dapat dimintai keterangan. Hingga berita ini diturunkan, pesan yang ditinggalkan belum mendapat respons.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#jalan #banjarmasin #aspal