Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dermaga Pasar Baru Banjarmasin Rampung, Pekerja Sebut Minat Transportasi Air Malah Turun

Zulvan Rahmatan • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:03 WIB

RAMPUNG: Dermaga Pasar Baru kini telah rampung dan tinggal menunggu peresmian. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
RAMPUNG: Dermaga Pasar Baru kini telah rampung dan tinggal menunggu peresmian. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Kesan kumuh di kawasan Dermaga Pasar Baru berkurang, dermaga yang dulunya hanya sebagian besar terbuat dari kayu ulin, kini berubah kokoh setelah pekerjaan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin resmi rampung.

Namun, menurut pedagang sekitar, Anang Ramlan, selain pembenahan dermaga, kawasan di sekitar dermaga tetap sama. Tetap banyak toko-toko kosong, lapuk dan sudah terbengkalai.

Selain itu, aktivitas dagang di dekat kawasan dermaga tak ramai lagi, karena menurutnya, wilayah di sana kini hanya dipakai untuk gudang sejumlah pedagang, sehingga, kawasan dermaga ini terkesan sepi dan masih kumuh.

“Kalau sepi ini sebelum perbaikan dermaga pun sudah sepi. Selain dermaga, di kawasan sini tidak ada pembenahan lain,” ujarnya. Jumat (27/2/2026).

Puluhan tahun bedagang di sana, Ramlan mengaku minat masyarakat untuk menggunakan transportasi air dan bersandar di dermaga justru jauh berkurang.

Menurutnya, ini tak lepas dari kemajuan teknologi dan kecanggihan zaman. Banyak jalan-jalan diperbaiki dan terbangun, sehingga daya tempuh lebih efisien dan efektif dibanding moda transportasi air.

“Mereka sekarang banyak lewat darat. Lebih cepat dan hemat dari segi perhitungan ongkos perjalanan. Pada akhirnya, dermaga cuman jadi pembagus pemandangan,” singgung pria 64 tahun ini.

Rekan Ramlan, Arif menyampaikan hal serupa. Puluhan tahun bekerja di dermaga untuk membantu penumpang kapal, minat masyarakat luar daerah berlabuh menggunakan kapal justru berkurang.

Pada hari biasa, mendapatkan tiga hingga lima penumpang dengan barang angkutan itu termasuk cukup. Sementara itu, 10 penumpang syukur dan 20 penumpang biasanya mendekati hari raya. Atau, jika ada haul kapal-kapal bisa merasa lebih hidup.

“Saya sudah dari 1976 merasa dermaga ya cuman seperti ini, minat makin berkurang,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan fasilitas transportasi sungai ini tinggal menunggu jadwal peresmian. Dia mengatakan, perbaikan dermaga tersebut menjadi salah satu prioritas yang dikerjakan sepanjang 2025 untuk mobilitas penumpang dan barang.

Rehabilitasi ini bukan sekedar mempercantik tampilan, tapi lebih memperhatikan aspek keamanan dan kekuatan konstruksi. Dermaga Pasar Baru diklaim memiliki intensitas aktivitas yang tinggi karena melayani rute jarak jauh.

“Konstruksi lama sudah tidak mumpuni untuk menunjang beban kerja dermaga. Apalagi dermaga melayani rute jarak jauh,” jelas Slamet. 

Dermaga ini diketahui melayani perjalanan mulai dari wilayah banjarmasin sampai ke Kalimantan Tengah dan kabupaten lain di Kalimantan Selatan.

Ditegaskannya, rehabilitasi dermaga adalah komitmen pemerintah kota untuk menunjang fasilitas transportasi sungai sebagai terminal penumpang. Dermaga Pasar Baru juga tetap difungsikan sebagai titik bongkar muat barang. Kapal-kapal besar dari Palangkaraya yang memuat komoditas perdagangan yang rutin bersandar.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin