Sorotan tersebut mencuat setelah salah seorang warga membagikan pengalamannya di Facebook melalui akun Noeh Cilikriwut.
Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa air di fasilitas umum itu tidak tersedia, sehingga menyulitkan pengunjung yang ingin menggunakan WC maupun beribadah.
“Baru beberala hari, kebersihan sudah tidak dijaga. Air di WC dan musala juga tidak tersedia,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Postingan itu pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyayangkan kondisi tersebut. Padahal Festival Pasar Wadai Ramadan ini merupakan agenda tahunan yang selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk berburu takjil dan kuliner khas Ramadan.
Namun, tingginya antusiasme pengunjung itu tak diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana. Malahan terkesan diabaikan.
“Event sebesar ini masa fasilitas dasarnya tidak siap? Ini kan agenda tahunan, bukan mendadak,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil kaget dengan kondisi di lapangan yang dikeluhkan masyarakat.
Namun terkait keluhan fasilitas tersebut, Ibnu menegaskan bahwa tanggung jawab teknis pelaksanaan kegiatan sepenuhnya berada di tangan Event Organizer (EO).
"Tanyakan langsung dengan EO nya," tutupnya.
Editor : Sutrisno