Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dinilai Efektif untuk Menata Permukiman, Rusun di Banjarmasin Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Zulvan Rahmatan • Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43 WIB

JADI CONTOH: Salah satu rusun sewa di Muara Kelayan, Banjarmasin Selatan, tepian Sungai Martapura.
JADI CONTOH: Salah satu rusun sewa di Muara Kelayan, Banjarmasin Selatan, tepian Sungai Martapura.

BANJARMASIN - Program 3 Juta Rumah di Banjarmasin masih menghadapi tantangan serius. Keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam merealisasikan program perumahan pemerintah pusat di wilayah perkotaan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Gubernur Kalsel, Miftahul Chair menyebut kebutuhan tanah untuk perumahan di Banjarmasin sangat tinggi. Sementara ketersediaannya semakin menyusut akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. “Urbanisasi dan pertumbuhan penduduk turut meningkatkan kebutuhan perumahan, sehingga pemenuhan lahan menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengakui kondisi tersebut. Selain terbatas, harga lahan di Kota Seribu Sungai juga terus melonjak.

Pemko Banjarmasin telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi diusulkan dalam Program 3 Juta Rumah. Namun, realisasinya tidak dalam bentuk rumah tapak, melainkan rumah susun (rusun).

Rusun dinilai lebih efektif untuk menata permukiman, khususnya bagi warga terdampak relokasi akibat penataan kawasan dan penertiban sempadan sungai. Salah satu lokasi prioritas berada di Desa Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, di sekitar Sungai Peradaban. Selain itu, rencana pembangunan juga mencakup wilayah Banjarmasin Barat, Timur, dan Utara.

“Kami akan studi kelayakan dulu tahun ini, untuk di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Sungainya juga tetap perlu dilebarkan dari tiga meter menjadi 10 meter, termasuk menjadi kolam retensi untuk Sungai Peradaban itu,” ungkapnya, Senin (23/2). Untuk wilayah Banjarmasin Barat, Timur, dan Utara, studi kelayakan telah dilakukan pada 2024 dan 2025.

Chandra menambahkan, penataan kawasan dan rencana pembebasan lahan di Tatah Belayung menjadi perhatian khusus Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, sebelum pembangunan dimulai. Saat ini, Banjarmasin telah memiliki dua rusun di wilayah Banjarmasin Selatan dengan puluhan unit hunian. Ke depan, pembangunan rusun minimal harus berdiri di atas lahan satu hektare.

Sebanyak 30 persen kawasan akan digunakan untuk bangunan fisik. Sementara 70 persen sisanya diperuntukkan bagi fasilitas umum dan ruang terbuka hijau.

Selain mendukung Program 3 Juta Rumah, rusun diharapkan mampu mengubah kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih tertata. Hunian tersebut diprioritaskan bagi warga terdampak program pemerintah dengan biaya sewa terjangkau. “Rusun utamanya untuk relokasi warga terdampak program pemerintah. Setelah FS di Tatah Belayung tahun ini, semoga rusun di sana bisa segera direncanakan,” harap Chandra.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#rumah #Tata Kota #banjarmasin #rusun