Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalanan Makin Sempit, Parkir Meluber Deretan Truk Trailer Dikeluhkan Publik Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Selasa, 24 Februari 2026 | 11:29 WIB

BOTTLENECK: Antrean truk trailer meluber ke jalan raya di Kawasan Lingkar Selatan.
BOTTLENECK: Antrean truk trailer meluber ke jalan raya di Kawasan Lingkar Selatan.

Deretan trailer mengular di Lingkar Selatan menimbulkan kesan aktivitas pelabuhan sedang melonjak. Namun, data menunjukkan arus bongkar muat justru sedang menurun. Fenomena ini membuka persoalan serius tata kelola logistik dan minimnya fasilitas penyangga di Kota Banjarmasin.

           ***

Deretan trailer yang kerap parkir di kawasan Lingkar Selatan belakangan memicu spekulasi publik. Banyak yang mengira terjadi lonjakan aktivitas logistik di Pelabuhan Trisakti. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Humas Pelindo III Cabang Banjarmasin, Delvie Eryans memastikan arus bongkar muat di Pelabuhan Trisakti dalam 6 hingga 12 bulan terakhir mengalami penurunan. Penurunan terjadi pada komoditas general cargo, curah cair, dan curah kering. “Arus barang menurun karena kegiatan bongkar muat general cargo, curah cair, dan curah kering juga menurun mengikuti aktivitas pengguna jasa,” jelasnya.

Delvie membantah anggapan bahwa antrean trailer dipicu lonjakan ekspor-impor. Menurutnya, arus receiving dan delivery barang menggunakan trailer tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, target arus barang nonpetikemas belum tercapai.

Kondisi tersebut menunjukkan kepadatan trailer di luar kawasan pelabuhan tidak berkaitan langsung dengan volume bongkar muat.

Terkait operasional, Delvie menegaskan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Agen maupun Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) wajib mengajukan permohonan serta melengkapi dokumen sebelum barang masuk atau keluar pelabuhan.

Ia juga memastikan fasilitas lapangan penumpukan dan container yard masih memadai. Tidak ada kebijakan baru, pembatasan, maupun perubahan tarif yang memengaruhi operasional. “Fasilitas lapangan penumpukan masih cukup menampung kegiatan bongkar muat. Tidak ada kebijakan baru yang mempengaruhi operasional,” tegasnya.

Lalu, apa penyebab trailer tetap ramai di luar pelabuhan? Delvie menilai persoalan itu lebih banyak dipicu faktor di luar sistem pelabuhan. “Diduga sebagian perusahaan ekspedisi belum memiliki gudang sendiri, sehingga proses bongkar barang dari truk mengalami hambatan. Akibatnya, armada menunggu lebih lama di luar area pelabuhan,” ujarnya.

Saat ini, waktu tunggu trailer sebelum masuk gate rata-rata sekitar tiga jam sebelum kedatangan kapal. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan. Hanya armada yang telah memiliki tiket yang diizinkan masuk.

Sebagai upaya penataan, Pelindo mengimbau perusahaan ekspedisi menyiapkan gudang sendiri atau memanfaatkan kawasan pergudangan di sekitar Lingkar Selatan. “Harapannya, arus logistik tetap tertata tanpa mengganggu lalu lintas kota,” katanya.

Komisi III: Sudah Darurat

Deretan truk trailer yang parkir memanjang di kawasan Lingkar Selatan kian hari kian masif. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar menegaskan fenomena itu sudah masuk kategori darurat. “Ini bukan lagi sekadar macet biasa. Ini sudah menjadi ancaman keselamatan. Parkir ‘raksasa’ di bahu jalan menunjukkan infrastruktur logistik kita belum siap,” tegasnya, Kamis (19/2).

Menurut Ridho, persoalan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas distribusi barang dari dan menuju Pelabuhan Trisakti. Lingkar Selatan selama ini menjadi jalur utama kendaraan berat pengangkut logistik. “Kalau terjadi bottleneck di pelabuhan, misalnya antrean bongkar muat atau proses lain, maka ekor antreannya akan meluber ke jalan raya. Itu yang sekarang kita lihat,” jelasnya.

Komisi III, lanjutnya, telah beberapa kali menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan. DPRD meminta pengawasan diperketat, serta optimalisasi area penyangga di kawasan pelabuhan agar truk tidak lagi parkir di badan jalan. “Area penyangga harus dimaksimalkan. Jangan sampai jalan umum dijadikan tempat parkir,” tegasnya.

Dari sisi regulasi, Ridho menyebut aturan sebenarnya sudah tersedia. Namun penerapannya dinilai belum maksimal. Penegakan hukum perlu diperkuat, termasuk membuka opsi penyusunan aturan turunan yang lebih spesifik, seperti pengaturan jam operasional kendaraan berat.

Dampak parkir trailer sangat dirasakan masyarakat. Risiko kecelakaan meningkat, terutama pada malam hari akibat minim penerangan di sekitar kendaraan. Kemacetan panjang juga menghambat aktivitas warga.

Selain itu, beban kendaraan berat yang parkir terlalu lama mempercepat kerusakan jalan. “Jalan cepat bergelombang dan berlubang. Ini tentu menambah beban anggaran perawatan,” ujarnya.

Ridho menegaskan persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan bertugas mengatur dan menindak. Pengelola pelabuhan wajib memastikan sistem antrean berjalan efektif. Perusahaan logistik juga harus mematuhi aturan.

Sebagai solusi jangka panjang, Komisi III mendorong pembangunan staging area atau terminal khusus truk di luar badan jalan. “Ini solusi mutlak. Kita butuh lahan parkir terpadu agar bahu Jalan Lingkar Selatan steril dari kendaraan berat,” tegasnya.

Jika tidak segera ditangani, Ridho mengingatkan dampaknya bisa meluas. Sistem logistik terganggu, biaya distribusi meningkat, kawasan Lingkar Selatan terancam kumuh, hingga potensi konflik sosial. “Kami di Komisi III akan terus mengawal isu ini sampai ada solusi konkret, baik secara fisik maupun regulasi,” pungkasnya.

Fakta Lapangan di Kawasan Lingkar Selatan

- Trailer parkir mengular dan memanjang.
- Penyempitan badan jalan.
- Mengganggu lalu lintas dan keselamatan.
- Memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.
- Kerusakan aspal.
- Biaya distribusi naik.

Sistem Masuk Pelabuhan

- Waktu tunggu: ± 3 jam sebelum kapal dating.
- Syarat masuk: wajib tiket dan dokumen lengkap.
- Cegah penumpukan di dalam Pelabuhan.

Penyebab Trailer Tetap Ramai

- Banyak ekspedisi tidak punya Gudang.
- Proses bongkar barang terhambat.
- Armada menunggu lebih lama.
- Penumpukan terjadi di luar Pelabuhan alias terjadi bottleneck.

Solusi yang Didorong

- Pembangunan staging area.
- Terminal khusus truk.
- Optimalisasi area penyangga.
- Pengaturan jam operasional.
- Penyediaan gudang ekspedisi.
- Penegakan hukum lebih tegas.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Indepth #Parkir #banjarmasin #truk #Pelabuhan #publik