Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

3.800 Liter Minyakita Sudah Didistribusikan, 600 Ribu Liter Menyusul

Endang Syarifuddin • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:21 WIB

Sebanyak 3.800 liter sudah didistribusikan, sementara 600 ribu liter tambahan segera menyusul untuk menjaga stok dan stabilitas harga sesuai HET Rp 15.700 per liter.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Ban
Sebanyak 3.800 liter sudah didistribusikan, sementara 600 ribu liter tambahan segera menyusul untuk menjaga stok dan stabilitas harga sesuai HET Rp 15.700 per liter.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Ban

BANJARMASIN – Isu minyakita kosong jelang Ramadan 1447 Hijriah sempat berembus. Namun, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik melalui Perum Bulog Kantor Wilayah Kalsel memastikan stok dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan.

Sedikitnya 3.800 liter Minyakita telah disalurkan ke 13 kabupaten/kota di Kalsel termasuk Banjarmasin jelang Ramadan. Distribusi tersebut difokuskan pada pasar-pasar yang terdata dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SPPKP).

Asisten Manajer Perencanaan Operasional dan Data Pangan Kanwil Bulog Kalsel, Fazlul Raqosi, menegaskan kabar kosongnya stok minya goreng bersubsidi di Bulog tidak tepat.

“Sudah kita distribusikan ke pasar-pasar di 13 kabupaten/kota yang masuk dalam SPPKP,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, kondisi yang sempat dianggap kosong itu sebenarnya bagian dari proses distribusi dan penguatan stok untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Bukan kosong ya, tapi masih dalam proses distribusi dan penguatan stok yang kemarin itu,” tegasnya.

Tak hanya 3.800 liter yang telah beredar, Bulog juga memastikan tambahan pasokan dalam jumlah besar segera masuk. Sekitar 600 ribu liter Minyakita dijadwalkan datang untuk memperkuat cadangan selama Ramadan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari intervensi pasar yang diminta pemerintah. Tujuannya tak lain untuk menjaga harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

Sebab lanjut dia, di lapangan, masih ditemukan pedagang yang menjual di atas HET. Karena itu, Bulog diminta aktif melakukan penguatan distribusi agar harga kembali stabil.

“Harapannya dengan ada intervensi pasar oleh pemerintah melalui Bulog, harga Minyakita bisa sesuai HET yang dijual pedagang,” tandas Fazlul.

Distribusi sementara masih diprioritaskan ke pasar-pasar yang terpantau dalam SPPKP dan dimonitor setiap hari oleh Kementerian Perdagangan. Bulog optimis, dengan tambahan ratusan ribu liter yang segera datang, kebutuhan Minyakita masyarakat Banua selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi tanpa gejolak harga berarti.

Meski pasokan Minyakita dipastikan aman selama Ramadan, persoalan harga di lapangan masih jadi pekerjaan rumah. Di sejumlah pasar, minyak subsidi itu kedapatan dijual di atas HET Rp 15.700 per liter.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Faisal Akly, menegaskan bahwa HET berlaku hingga ke tingkat konsumen dan pedagang eceran wajib mematuhinya.

“Walaupun selisihnya tidak besar hanya Rp300 karena pedagang membulatkan Rp16.000 itu tetap melanggar aturan karena menjual diatas HET,” tegasnya.

Menurutnya, sesuai Permendag Nomor 43 Tahun 2025, pedagang eceran wajib menjual sesuai HET. Pelanggaran saat ini diberi peringatan lisan. Jika berulang, sanksi meningkat hingga teguran tertulis dan koordinasi dengan distributor.

Dalih pedagang soal pembulatan harga karena keterbatasan uang kembalian dinilai tidak bisa dibenarkan. Disperdagin akan memperketat pengawasan bersama Satgas Pangan.

"Masyarakat diminta melapor jika menemukan harga di atas HET melalui aplikasi Dedikasi Disperdagin," tutupnya.

Editor : Arif Subekti
#MinyaKita #kosong #banjarmasin #ramadan #bulog