Di tengah upaya penataan kawasan agar lebih tertib, para pedagang kecil cemas kebijakan tersebut berdampak pada penghasilan harian mereka.
Pantauan di lapangan, Jumat (20/2), para pedagang saat ini telah mematuhi imbauan pemerintah dengan memundurkan lapak dagangan sekitar dua meter dari bahu jalan. Langkah tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terlihat lebih lancar dibanding sebelumnya.
Meski demikian, rencana penertiban lanjutan setelah Lebaran masih menjadi kekhawatiran bagi sebagian pedagang.
Rahmat, salah satu pedagang, mengaku tidak mengetahui bentuk penataan yang akan dilakukan ke depan. Ia menilai pedagang sudah berupaya mengikuti arahan yang diberikan. “Kami sudah mundur kurang lebih dua meter dari jalan, sesuai arahan. Saya tidak tahu lagi bagaimana penertibannya nanti,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Rumiati. Ia mengaku telah menyesuaikan posisi lapaknya setelah mendapat imbauan dari petugas. “Lapak saya juga sudah saya mundurkan sesuai arahan Satpol PP waktu itu,” katanya.
Namun, ketika disinggung kemungkinan relokasi ke Pasar Bauntung, Rumiati menyatakan keberatan. Menurutnya, selain adanya biaya sewa, jumlah pengunjung di pasar tersebut dinilai tidak seramai di lokasi saat ini.
“Saya tidak mau pindah ke sana. Ada biaya sewanya, dan pembelinya juga tidak seramai di sini. Langganan saya juga lebih dekat kalau di sini,” jelasnya.
Keberatan serupa disampaikan pedagang lainnya, Suriansyah. Ia mengaku keterbatasan modal menjadi kendala utama jika harus menyewa lapak di pasar yang dikelola pemerintah.
“Sewa di sana cukup besar. Di sini tidak ada biaya sewa lapak, hanya kebersihan saja. Keuntungan saya juga tidak banyak. Kalau harus sewa di Pasar Bauntung, saya tidak sanggup,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan solusi yang tidak memberatkan. Sebab, sebagian besar dari mereka menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil penjualan di kawasan tersebut.
Editor : Sutrisno