Hanya saja, teknis pembagiannya disesuaikan dengan kondisi ibadah para peserta didik.
Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin, Letkol CZI Slamet Riyadi memastikan, siswa yang masuk sekolah selama Ramadan tetap menerima jatah MBG.
Bedanya, menu yang dibagikan tidak lagi dikonsumsi di sekolah, melainkan dikemas dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang.
“Menunya yang bisa dibawa pulang yang disiapkan dalam totebag,” ujar Slamet Riyadi, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, skema ini dipilih agar makanan yang dibagikan tetap aman dan kualitasnya terjaga hingga waktu berbuka puasa. Dengan begitu, pelajar dapat memanfaatkan paket tersebut sebagai menu berbuka di rumah.
“Pembagian dalam bentuk makanan seperti ini agar mereka bisa membawa pulang dan menyimpannya hingga saat buka puasa, ini agar kualitas makanan tetap terjaga,” jelasnya.
Adapun menu MBG selama Ramadan sebut Slamet, ada roti, telur, susu, serta buah-buahan. Nominalnya sekitar Rp10 ribu per paket. Komposisi tersebut disesuaikan agar praktis, bergizi, dan tahan disimpan beberapa jam.
Tak hanya menyasar siswa, MBG juga tetap disalurkan saat momen libur umum. Seperti pada cuti Imlek sebelumnya, distribusi dialihkan ke balita usia 6–59 bulan, ibu hamil, serta ibu menyusui.
"Dengan penyesuaian tersebut, MBG diharapkan tetap konsisten menjaga asupan gizi penerima manfaat, tanpa terhenti oleh momentum Ramadan. Program jalan terus, hanya kemasannya yang berubah," pungkas Slamet.
Editor : Sutrisno