BANJARMASIN – Sebanyak 15 anak Banua resmi diberangkatkan ke Jepang melalui kerja sama Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Kaikoukai Healthcare Corporation. Mereka akan bekerja di bidang kesehatan sekaligus menjadi Duta Budaya Banjar.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda menyebut program ini telah memasuki angkatan keempat, dan memberi dampak positif bagi generasi muda. “Ini kebanggaan bagi kita. Pusat pelatihan tetap di Banjarmasin, meski pesertanya juga berasal dari Banjarbaru dan Martapura. Artinya, Banjarmasin menjadi pusat pengembangan SDM internasional,” ujarnya, Kamis (19/2).
Ia menegaskan, para peserta tidak hanya bekerja sebagai perawat lansia, tetapi juga membawa nilai dan identitas Banjar. “Selama di sana, mereka adalah Duta Banjar. Sikap, etika, dan budaya kita akan ikut diperkenalkan,” tegasnya.
Koordinator Pelaksana Kerja Sama, Machli Riyadi menyebut hingga angkatan keempat, lebih dari 60 peserta telah diberangkatkan. Tahun ini, 15 orang lolos seleksi setelah mengikuti pembekalan hampir satu tahun. “Semua pembiayaan ditanggung pihak Jepang. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi seleksi, pelatihan, dan penjaminan mutu. Skemanya Government to Business,” jelasnya.
Para peserta dikontrak selama lima tahun. Evaluasi sebelumnya menunjukkan banyak alumni merasa nyaman dan ingin memperpanjang kontrak. Salah satu peserta, Juwita mengaku tak ingin melewatkan kesempatan berkarier di Jepang. "Jadi kami ambil peluang ini agar bisa meraih cita-cita kami untuk bekerja di Jepang," ujarnya.
Ia menyebut penguasaan bahasa menjadi bekal utama selama pelatihan. "Alhamdulillah melalui berbagai persiapan ini saya sudah sangat siap bekerja di Jepang sebagai perawat lansia," katanya.
Bagi Juwita dan 14 peserta lainnya, keberangkatan ini menjadi langkah besar membawa nama Banua ke panggung global.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief