BANJARMASIN – Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 711 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Banjarmasin terus mematangkan persiapan. Terutama dari sisi kesehatan.
Hingga Jumat (13/2) petang, sebanyak 620 CJH telah mengikuti vaksinasi yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Para jemaah menerima vaksin Meningitis dan Influenza setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di delapan puskesmas rujukan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menegaskan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Jemaah akan berinteraksi dengan jutaan umat Muslim dari berbagai negara di Tanah Suci. Kondisi tersebut membuat daya tahan tubuh dan adaptasi iklim menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sejak dini. "Minimal kalaupun terpapar, dampaknya tidak terlalu berat. Jika ada keluhan kesehatan, segera datangi fasilitas kesehatan," ujar Ramadhan.
Ia menjelaskan, vaksin Polio dan Covid-19 masih menunggu distribusi dari pemerintah pusat. Sementara itu, vaksin Pneumonia dan Influenza bersifat anjuran. Sedangkan vaksin Meningitis menjadi syarat wajib keberangkatan.
Seluruh rangkaian vaksinasi ini menjadi bagian dari pemenuhan prosedur kesehatan bagi jemaah.
Dari sisi demografi, CJH Banjarmasin tahun ini terdiri atas 427 perempuan dan 284 laki-laki. Jemaah tertua tercatat berusia 85 tahun atas nama Paini Parto Utomo. Sedangkan yang termuda berusia 17 tahun, Nayli Azieza.
Meski antusiasme tinggi, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Dari total 711 CJH, empat orang dinyatakan tidak istitha’ah atau belum memenuhi syarat kesehatan. Tiga di antaranya mengalami demensia berat. Sementara satu orang menderita stroke dengan nilai Activity Daily Living (ADL) rendah.
Salah satu jemaah, Zainuddin mengaku merasa lebih tenang setelah menerima vaksin. "Ini penting untuk diri sendiri, bukan orang lain. Mudah-mudahan dimudahkan. Jangan kena penyakit di sana, dan bisa jadi haji mabrur," ungkap Zainudin.
Hal serupa disampaikan Anto, yang akan berangkat pada gelombang kedua bersama istrinya meski menggunakan kursi roda. “Tetap semangat haji. Walau saat bisa berjalan, belum berangkat. Tapi saat akan berangkat, dengan kondisi seperti ini tetap disyukuri,” bandingnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief