Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin Mau Amblas, Tak Lagi Siku dan Semakin Miring

Endang Syarifuddin • Senin, 16 Februari 2026 | 09:06 WIB
KIAN MIRING: Kondisi luar Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di Jalan Kapten Pierre Tendean sekilas terlihat masih bagus.
KIAN MIRING: Kondisi luar Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di Jalan Kapten Pierre Tendean sekilas terlihat masih bagus.

BANJARMASIN – Kondisi Gedung Perpustakaan Kota Banjarmasin di kawasan Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin kian mengkhawatirkan. Bangunan berusia puluhan tahun itu mengalami rusak berat dengan tingkat kerusakan mencapai 53,05 persen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin, Ikhsan Al Haq menyebut gejala kerusakan sudah terasa sejak dua tahun terakhir. Namun belakangan, bangunan semakin miring dan terasa goyang.

“Lantai sudah miring. Pintu-pintu tidak bisa ditutup karena posisi bangunan tidak lagi siku. WC juga terdampak. Kami khawatir beban ribuan buku dan properti yang menekan fondasi selama 24 jam tanpa henti,” ujarnya, Minggu (15/2).

Hasil analisis teknis pada 26 Januari 2026, menunjukkan struktur bangunan terus menurun. Selain beban koleksi buku, posisi gedung di tepi sungai membuat fondasi kayu tergerus arus. Getaran kendaraan dari jalan utama juga memperparah kondisi.

Gedung tersebut merupakan rumah tipe Bangun Gudang khas Banjar yang kini masuk kategori bangunan cagar budaya. “Ini bangunan tua, usianya lebih dari 50 tahun,” katanya.

Demi keselamatan, Dispersip menyiapkan relokasi sementara layanan perpustakaan. Pelayanan direncanakan dipindah ke gedung pemerintah lain atau menyewa ruko. “Kami tidak ingin pelayanan berhenti. Tapi keselamatan pengunjung dan pegawai juga prioritas,” ujarnya.

Untuk bangunan lama, pihaknya berharap dilakukan rehabilitasi berat tanpa menghilangkan nilai keaslian. Fondasi direncanakan diperkuat beton. Sementara arsitektur klasik tetap dipertahankan. “Harapannya direhab berat tanpa banyak mengubah struktur aslinya. Nilai original cagar budayanya harus dijaga,” jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Ridho menegaskan kondisi gedung sudah masuk kategori darurat. “Keselamatan pengunjung prioritas. Kalau tidak memenuhi standar laik fungsi, harus segera dikosongkan. Jangan tunggu ada korban,” tegasnya.

Ia mendesak Dispersip segera mensterilkan area, mengevakuasi koleksi buku, serta menyiapkan gedung sementara. DPRD, katanya, akan mengawal audit teknis dan penganggaran. “Literasi penting. Tapi, keselamatan warga tidak bisa ditawar," pungkas Ridho.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #Perpustakaan #Literasi