Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kembangkan Kota Bebasis Bandara, Pemko Banjarbaru Matangkan Pengembangan Aerocity

Sheilla Farazela • Senin, 16 Februari 2026 | 08:57 WIB
MENDUKUNG: Ruas Jalan Pondok Mangga di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara sudah diperbaiki untuk mendukung akses menuju kawasan Aerocity.
MENDUKUNG: Ruas Jalan Pondok Mangga di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara sudah diperbaiki untuk mendukung akses menuju kawasan Aerocity.

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan pengembangan kawasan Aerocity yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis bandara. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap lanjutan, baik dari sisi perencanaan maupun pengendalian pemanfaatan ruang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banjarbaru, Rahmah Khairita mengatakan, kawasan Aerocity telah didukung dokumen perencanaan yang meliputi masterplan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga Peraturan Zonasi yang saat ini dalam proses penetapan.

“Dokumen-dokumen ini menjadi dasar pengaturan pemanfaatan ruang dan pelaksanaan pembangunan kawasan, sehingga pengembangan tidak berjalan tanpa arah,” ujarnya.

Menurut Rahmah, pengembangan kota berbasis bandara tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan. Sejumlah infrastruktur pendukung mulai dibenahi, terutama ruas jalan penunjang menuju Aerocity. Salah satunya adalah pekerjaan peningkatan Jalan Pondok Mangga di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara.

"Peningkatan akses konektivitas menuju kawasan bandara menjadi salah satu fokus awal. Artinya, pengembangan Aerocity tidak hanya di atas kertas, tetapi sudah mulai ditindaklanjuti secara bertahap di lapangan,” ujarnya.

Secara wilayah, pengembangan Aerocity mencakup Kecamatan Landasan ulin dan Kecamatan Liang Anggang dengan luas sekitar 7.216 hektare.

Landasan Ulin diposisikan sebagai pintu masuk kota sekaligus pusat aktivitas ekonomi karena berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Sementara Liang Anggang diproyeksikan jadi kawasan pengembangan baru dengan potensi logistik dan pergudangan.

Rahmah menjelaskan, kawasan Aerocity dirancang untuk mendukung kegiatan bisnis, logistik, industri, komersial, dan jasa. "Sementara pengembangannya mengusung prinsip airport-centric, kawasan campuran (mixed use), terintegrasi dengan transportasi publik, serta berbasis Transit Oriented Development (TOD)," pungkasnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#bandara #Tata Kota #banjarbaru #Aerocity