Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mesin Sampah ini Kena Gangguan, Kinerja Banjarmasin Recycle Center Menurun Tajam

Zulvan Rahmatan • Jumat, 13 Februari 2026 | 12:17 WIB
GANGGUAN KOMPONEN: Salah satu pekerja menunjukkan mesin penghancur sampah plastik di BRC yang mengalami penurunan performa.
GANGGUAN KOMPONEN: Salah satu pekerja menunjukkan mesin penghancur sampah plastik di BRC yang mengalami penurunan performa.

BANJARMASIN – Kinerja Banjarmasin Recycle Center (BRC) menurun tajam. Tiga mesin pengolah sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengalami gangguan pada sejumlah komponen. Jadi, tidak berfungsi optimal.

BRC yang berlokasi di Kompleks Pergudangan 88, Jalan Gubernur Soebardjo, selama ini menjadi salah satu andalan pengelolaan sampah kota. Namun, kerusakan pada mesin membuat produktivitas pengolahan ikut merosot.

Seorang pekerja menyebut mesin tidak rusak total. Tapi, performanya menurun signifikan. Akibatnya, volume sampah yang bisa diolah jauh berkurang.

Tiga mesin yang bermasalah terdiri dari satu unit mesin pencacah plastik yang kini bekerja sangat lambat, serta dua mesin pemilah sampah. Kerusakan pada conveyor membuat proses pemilahan harus dilakukan secara manual. “Sebelum seperti ini, dulu mesinnya sangat cepat menghancur sampah plastik. Sebelum conveyor rusak, kami sangat terbantu, karena tinggal taruh maka sampah akan berjalan dan terpilah sendiri,” ujar Atriah, salah satu pekerja, Kamis (12/2).

Kondisi ini mendapat perhatian Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR. Ia menilai kondisi tersebut merugikan, mengingat besarnya biaya sewa lokasi pengolahan. “Rugi kita sewa tempat sebesar ini kalau cuma bisa satu truk mengolah,” ucapnya.

Ia meminta persoalan teknis di BRC segera dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pengelolaan sampah dapat berjalan maksimal. “Jangan dibiarkan, koordinasikan mana yang seharusnya prioritas. Supaya kita bisa mengolah secara maksimal,” sebut politisi Gerindra ini.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengakui gangguan mesin telah terjadi sejak akhir 2025. Perawatan dan penggantian komponen pendukung telah dilakukan secara berkala. “Mesinnya secara teknis baik. Tapi peralatan pendukung perlu pergantian. Kami kebut sarana pendukung ini dalam beberapa hari ke depan, sambil menunggu proses pengadaan yang perlu waktu,” jelasnya.

Ia memastikan, proses pengolahan sampah tetap berjalan meski belum optimal. Sekitar lima ton sampah per hari masih diproses sambil menunggu perbaikan rampung.

Sejak status darurat sampah diberlakukan, BRC menjadi tulang punggung pengurangan volume sampah kota. Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 30 hingga 40 persen total sampah, tertinggi dibandingkan unit pengolahan lainnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #Sampah