Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarbaru, Citra Nurfitriani mengatakan, menu yang diberikan akan disesuaikan agar lebih tahan lama hingga waktu berbuka puasa. "Makanan yang mudah basi akan diganti dengan menu kering atau jenis makanan yang lebih awet," katanya.
Sementara itu, siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa tetap akan menerima layanan MBG seperti biasa tanpa perubahan jadwal.
Waktu penyajian juga diatur agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah selama Ramadan. “Kami masih menunggu petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait teknisnya nanti," beber Citra.
BGN sendiri menyiapkan beberapa mekanisme pelaksanaan MBG selama Ramadan. Untuk sekolah di daerah yang mayoritas siswanya berpuasa, makanan tetap dikirim ke sekolah dalam bentuk yang tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.
Sedangkan bagi sekolah di wilayah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, layanan MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan skema. Adapun mekanisme khusus diterapkan di lingkungan pesantren. Karena penerima manfaat dan dapur layanan berada dalam satu kawasan, jadwal konsumsi akan digeser ke waktu berbuka puasa.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief