BANJARMASIN - Menentukan skema distribusi selama bulan Ramadan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjarmasin masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Padahal, bulan Ramadan kurang dari dua pekan lagi. Pola penyaluran MBG pun perlu disesuaikan dengan ibadah puasa.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Banjarmasin, Cahyadi mengatakan pihaknya masih menunggu juknis resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan.
“BGN pusat belum mengeluarkan juknis. Kita masih menunggu terkait ini agar bisa disampaikan lebih lanjut,” ujarnya. Senin (10/2/2026).
Ia menjelaskan, secara lisan BGN sempat menyampaikan distribusi menu MBG selama bulan Ramadan berupa makanan kering. Di antaranya berupa roti, kurma, buah, susu dan telur.
Skema ini memungkinkan penerima manfaat membawa pulang paket MBG dan mengkonsumsinya untuk berbuka puasa. “Jadi bekal dibawa pulang untuk di makan saat buka puasa,” ungkapnya.
Namun, skema tersebut belum bersifat final dan mengacu pada skema tahun lalu, tepatnya pada Ramadan 2025. Kala itu, distribusi MBG belum semasif sekarang, hanya memenuhi penyaluran untuk anak sekolah dan hanya berlangsung selama dua pekan.
Kini SPPG mulai masif dan luas, sehingga juknis untuk distribusi kepada kelompok selain sekolah-sekolah juga sangat diperlukan. Terutama, kelompok sasaran tertentu seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Untuk kelompok ini, masih terbuka kemungkinan diberikan menu basah atau paket makanan berat. “Seperti juknis untuk kelompok tertentu kita masih menunggu,” imbuhnya.
Untuk diketahui, saat ini jumlah SPPG di Banjarmasin telah mencapai 45 unit. Di sisi lain terhadap sekitar 20 SPPG yang berstatus dalam tahap pembangunan dan kelengkapan infrastruktur sebelum dinyatakan resmi berdiri.
Editor : M Oscar Fraby