Program ini menargetkan sekitar 1.500 RT dan telah masuk dalam visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, serta tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, menegaskan program tersebut bersifat wajib karena itu janji politik yang harus direalisasikan hingga akhir masa jabatan kepala daerah.
“Jumlah RT di Kota Banjarmasin kurang lebih 1.500. Kalau ingin memfasilitasi seluruh wilayah, tentu harus disiapkan secara bertahap dan terencana,” ujarnya.
Selain Wi-Fi gratis, Diskominfotik juga menyiapkan pengembangan CCTV di ruang-ruang publik. Untuk tingkat RT, kebutuhan CCTV idealnya lebih dari satu titik tergantung kondisinya.
Saat ini, Diskominfotik telah menyusun master plan sebagai dasar hukum dan acuan penentuan titik pemasangan Wi-Fi dan CCTV. Master plan tersebut juga menjadi rujukan penghitungan kebutuhan anggaran.
“Dari master plan itu nanti akan diketahui berapa titik pasti yang dibutuhkan dan berapa anggaran yang harus disiapkan. Insya Allah pertengahan 2026 sudah selesai dan bisa kami usulkan di APBD Perubahan,” jelasnya.
Untuk sementara, Diskominfotik telah menyediakan 34 titik Wi-Fi gratis di sejumlah ruang publik. Ke depan, jumlah tersebut akan bertambah hingga ribuan titik, sesuai rekomendasi master plan.
Windiasti menjelaskan, kewenangan Diskominfotik untuk CCTV berada di ruang terbuka dan fasilitas publik, seperti taman dan ruang publik lainnya.
Dukungan terhadap program tersebut datang dari DPRD Kota Banjarmasin. Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Nanang Riduan (Fraksi PKB), menilai penyediaan Wi-Fi gratis dan CCTV perlu direalisasikan secara bertahap agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dalam perencanaan awal ada sekitar 350 titik yang akan ditempatkan di fasilitas umum dan tempat sosial, seperti masjid, perkantoran, dan fasilitas publik lainnya,” ujarnya.
Nanang menyebutkan, untuk tahap awal, kebutuhan anggaran Wi-Fi diperkirakan sekitar Rp1 miliar dan direncanakan masuk dalam APBD Perubahan. Sementara untuk CCTV, anggaran masih menyesuaikan spesifikasi teknis.
“Yang penting jaringannya stabil, tidak putus-putus, sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata politisi PKB ini.
Ia berharap, keberadaan Wi-Fi gratis dapat mendukung aktivitas warga, khususnya generasi muda, sekaligus memperkuat pelayanan publik di Kota Banjarmasin.
Editor : Sutrisno