BANJARMASIN – Meski belum ditemukan satu pun kasus masyarakat Indonesia yang positif terpapar Virus Nipah, kewaspadaan terhadap potensi penyebaran mulai diperkatat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin sudah resmi mengeluarkan imbauan agar tidak lengah menghadapi virus yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Ini menjadi perhatian serius meski hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi pada manusia di Indonesia, termasuk di Banjarmasin,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Emma Arisnawati, Jumat (6/2).
Ia menjelaskan, Virus Nipah secara alami dibawa oleh kelelawar dan dapat menular ke manusia melalui beberapa jalur. Di antaranya, kontak langsung dengan hewan terinfeksi, paparan cairan tubuh penderita, hingga mengonsumsi makanan terutama buah-buahan yang telah terkontaminasi virus.
“Masa inkubasi berkisar 4 sampai 14 hari. Gejala awal umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan,” terangnya.
Pada kondisi tertentu, lanjut dia, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat. Pasien bisa mengalami pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran, hingga gejala encephalitis atau peradangan otak akut.
“Hingga kini diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan PCR. Namun belum ada pengobatan spesifik maupun vaksin untuk Virus Nipah. Penanganan masih bersifat suportif,” jelasnya.
Dengan mempertimbangkan letak geografis Indonesia serta tingginya mobilitas antarnegara, Dinkes Banjarmasin menekankan pentingnya masyarakat melakukan pencegahan mandiri.
“Jangan mengonsumsi nira langsung dari pohon tanpa dimasak karena berisiko terkontaminasi cairan tubuh kelelawar. Cuci dan kupas buah secara menyeluruh, dan buang buah yang memiliki bekas gigitan,” paparnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna, menghindari kontak dengan hewan yang tampak sakit, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan dan menerapkan etika batuk dan bersin.
“Gunakan masker jika merasa tidak sehat, dan tetap tenang dalam menyikapi informasi yang beredar,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran hoaks justru dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat. Dinkes akan terus melakukan pemantauan untuk menjaga wilayah tetap aman dari potensi ancaman Virus Nipah.
“Kami mengimbau warga selalu merujuk pada sumber informasi resmi dari pemerintah,” tegasnya.
Editor : Arif Subekti