BANJARBARU – Pemko Banjarbaru menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung pertumbuhan daerah dengan melantik Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru, Kamis (22/1/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby di Aula Gawi Seberataan.
Pembentukan KEK dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan di Banjarbaru. Fokus pengembangan diarahkan pada dua lokus utama, yakni Kecamatan Liang Anggang dan Kecamatan Cempaka.
Dalam sambutannya, Lisa menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada jajaran pengurus KEK yang dilantik. Ia menegaskan peran KEK sebagai motor penggerak pengembangan sektor kreatif, mulai dari UMKM, kriya, kuliner, seni pertunjukan, digital kreatif, hingga inovasi berbasis komunitas.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Banjarbaru, saya mengucapkan selamat. Kami percaya saudara-saudara mampu menjadi mesin penggerak inovasi ekonomi kreatif Banjarbaru,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tugas utama KEK, di antaranya berperan sebagai akselerator dan jembatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. Selain itu, KEK diharapkan memfasilitasi pelaku kreatif lokal agar naik kelas, baik dari sisi kualitas produk, pengemasan, maupun akses permodalan.
Lisa menambahkan pengembangan potensi lokal yang unik harus menjadi identitas daerah agar mampu bersaing. “Kembangkan kuliner, kriya, fashion, dan digital yang memiliki nilai ekonomi. Untuk kelurahan yang dicanangkan sebagai kelurahan kreatif, silakan saling bekerja sama mengembangkan potensi di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Pelantikan KEK juga menjadi simbol arah pembangunan kota yang tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan kreativitas masyarakat. Dengan terbentuknya KEK, Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
Editor : Fauzan Ridhani