Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dugaan Pencurian Tutup Drainase di Tengah Pembenahan Infrastruktur Pengendali Banjir Masih Sulit Terlacak

Zulvan Rahmatan • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:12 WIB
Salah satu tutup drainse, di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat yang sempat terbuka akibat diduga sempat dicuri kini telah diganti. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Salah satu tutup drainse, di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat yang sempat terbuka akibat diduga sempat dicuri kini telah diganti. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Dugaan pencurian fasilitas umum (fasum), terutama yang berbahan besi masih jadi kewaspadaan di tengah gencarnya pembenahan infrastruktur pengendali banjir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin (PUPR) Banjarmasin mencatat, tutup drainase yang sempat hilang di Kuin Selatan, Banjarmasin Barat bukan kali pertama, tapi di Kompleks Dharma Praja Banjarmasin Timur juga pernah.

Padahal, desain tutup berlubang berbahan besi ini dibuat untuk daya resap air lebih efektif, harganya pun berkisar sekitar Rp2 Juta pertutupnya.

Namun yang terpenting, ini berakibat meningkatkan risiko pengendara celaka akibat tutup drainase yang dicopot, diduga oleh oknum tak bertanggung jawab yang menimbulkan pekerjaan tambahan bagi pemerintah.

“Memang tidak sebanding dengan harga asli, tapi ini soal risiko keselamatan pengendara,” ujar Kabid Drainase, PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania. Senin (2/2/2026) kemarin petang.

Pihaknya menegaskan, laporan polisi telah dibuat ketika terjadinya kehilangan fasum dari pekerjaan pemerintah.

Pencurian fasum ini jelas merupakan tindak pidana, bahkan bisa diproses tanpa dibuatkan laporan atau delik umum.

Meski tutup besi tersebut berlogo pemerintah kota, perkembangan terkait laporan ini memang sangat sulit terlacak. Bahkan satu kali pernah terkena rekaman CCTV, namun identifikasi pelaku masih kabur.

“Sudah kita laporkan. Ada yang pernah terlihat CCTV, tapi tidak keliatan plat motornya,” jelas Harwita.

Akibat ini, PUPR ingin mengevaluasi, setidaknya desain yang diterapkan lebih aman dari potensi pencurian maupun berhadapan dengan angkutan bertonase besar, terutama yang melintas di kawasan Kuin Selatan.

“Meski terdapat kekurangan, kita coba bertahap, pelan-pelan,” ungkapnya.

Selain itu, tahun 2026 ini pihaknya menyiapkan penanganan drainase dengan total panjang sekitar 2,5 kilometer sebagai upaya pengendalian banjir di sejumlah kawasan rawan genangan.

Program tersebut direncanakan dalam sejumlah segmen penanganan yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Banjarmasin.

Salah satu sasarannya, di Jalan Kelayan B arah KS Tubun, termasuk Jalan Madang dan Saka Permai.

Meski demikian, ruas tersebut hanya salah satu segmen bagian dari keseluruhan panjang drainase yang akan ditangani.

Harwita menegaskan, saat ini pihaknya proritas penanganan banjir terlebih dahulu, terutama mengintegrasikan jaringan drainase hingga ke sungai.

“Fokus kami bagaimana sistem aliran air bisa tersambung dengan baik,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, pola penanganan ini mengacu pada pekerjaan yang telah dilakukan di wilayah lain seperti Mandastana dan Simpang Limau. Bahkan di sana, saluran air dan boks culvert memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.

Terlepas penanganan fisk, pihanya juga melakukan revisi masterplan drainase agar pelaksanaan lebih terstruktur, terintegrasi dengan pembangunan jalanan.

“Drainase ini pelengkap. Di mana jalan dibangun, di situ harus ada sistem pengelolaan air yang terencana dengan baik,” tegasnya.

Penanganan banjir termasuk dalam total 2,5 kilometer drainase yang direncanakan. Pagu anggaran untuk pekerjaan fisiknya berkisar di angka sekitar Rp7 miliar.

Lelang di awal tahun rasanya masih sangat sulit terlaksana, namun pihaknya tetap berusaha, setidaknya lelang bisa ditargetkan paling tidak bulan Maret ini.

“Kita ingin tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana,” tutup Harwita.

Editor : Arif Subekti
#banjarmasin #Drainase #tutup #pencuri