Ibadah malam Nisfu Sya'ban 1447 Hijriah berlangsung khusyuk, menandai sekitar dua pekan lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadan.
Jemaah laki-laki dan perempuan memadati area masjid hingga ke halaman. Suasana hening dan penuh kekhidmatan menyelimuti rangkaian ibadah yang diawali dengan salat Magrib berjemaah.
Usai Magrib, jemaah melaksanakan salat taubat yang dipimpin Imam Ustad Ilham Humaidi. Dalam tausiyah singkatnya, ia menekankan makna salat taubat sebagai wujud permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa.
“Niat salat taubat ini semata-mata untuk memohon pengampunan dan perlindungan Allah di sisa umur kita, baik atas dosa diri sendiri, orang tua, tetangga, maupun seluruh muslimin dan muslimat,” ujar Ustad Ilham.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan salat hajat. Salat ini diniatkan sebagai bentuk bersandar dan berserah diri kepada Allah agar segala hajat, baik urusan dunia maupun akhirat, dikabulkan.
Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa bulan Sya'ban memiliki keistimewaan tersendiri.
Berdasarkan sejumlah referensi hadis sahih, Sya'ban disebut sebagai bulan diterimanya taubat hamba-hamba Allah, kecuali bagi dua golongan.
“Mereka yang tidak diterima taubatnya adalah orang yang berbuat syirik dan orang yang memutus silaturahmi atau enggan bertegur sapa,” jelas Tambrin.
Tambrin yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan itu turut menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah apabila kondisi hujan membuat pelaksanaan ibadah sedikit di luar perencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadan.
Rukyatul hilal diperkirakan akan digelar pada 18 Februari 2026, atau satu hari sebelum penetapan resmi.
“Hasil rukyatul hilal akan langsung dilaporkan. Seluruh provinsi akan melaksanakan hal serupa, biasanya dilakukan di gedung-gedung tinggi,” ungkapnya.
Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa bulan Sya'ban merupakan bulan yang mulia dan memiliki banyak keutamaan.
Menurutnya, Sya'ban menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Dalam dua pekan ke depan, umat Islam akan memasuki bulan penuh keberkahan dengan peluang pahala yang berlipat ganda.
“Kita dianjurkan mempersiapkan diri, melaksanakan puasa sebulan penuh, salat tarawih, serta memperbanyak ibadah sunah lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ramadan juga menjadi sarana melatih diri menahan hawa nafsu, memperbanyak doa dan ibadah, serta berharap agar seluruh amal diterima oleh Allah SWT.
“Kita berdoa dan berharap mendapat keridhaan Allah,” ucapnya.
Rangkaian ibadah malam Nisfu Sya'ban di Masjid Raya Sabilal Muhtadin ditutup dengan salat Isya dan salat tasbih.
Satu per satu jemaah kemudian mengemasi sejadah, bersalaman, dan meninggalkan masjid dengan suasana penuh ketenangan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno