BANJARMASIN – Bangunan di bantaran Sungai Pekapuran telah ditertibkan. Itu membuat sungai di sepanjang Jalan Pekapuran B Laut, Kelurahan Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah tampak lebih lebar. Penataan tersebut membuat alur sungai lebih terbuka, dan mengembalikan wajah kawasan seperti masa lalu.
Meski sempat membuat kawasan bantaran sepi, aktivitas warga tidak serta-merta hilang. Kini, sungai yang lebih lapang justru dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa untuk berenang dan bersantai.
Ketua RT 2 Pekapuran Laut, Muslimin mengakui penertiban membawa perubahan besar. Menurutnya, kondisi sungai saat ini mengingatkannya pada masa lalu, ketika alur sungai masih luas dan belum dipadati bangunan. Pada masa itu, Jukung Tiung—alat transportasi tradisional masyarakat Banjarmasin—masih bisa lalu-lalang dengan leluasa.
Pria berusia 60 tahun ini mengatakan, penertiban di wilayahnya telah berlangsung sekitar satu tahun lalu. Warga pun diimbau untuk berpindah, termasuk dirinya yang rumahnya dahulu berada di bantaran sungai. Namun, ia memastikan tidak ada warga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal. “Termasuk saya. Untung ada punya rumah lagi di lokasi yang tak jauh,” ujar Muslimin.
Sungai yang kembali terbuka kini dimanfaatkan layaknya kolam alami. Anak-anak tampak ramai berenang karena kondisi sungai yang relatif dangkal. Bahkan sebagian masih bisa berpijak meski berada di tengah sungai. “Sekarang ruang berenang anak-anak lebih ramai dibandingkan sebelum penertiban,” ungkap Muslimin.
Meski demikian, ia berharap pemerintah tidak berhenti pada penertiban semata. Tapi, juga melakukan normalisasi dan pengelolaan sungai secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai penampung air alami sekaligus pengendali banjir, mengingat kawasan tersebut masih kerap terdampak banjir rob.
“Hingga kini belum terpantau adanya normalisasi. Mudahan bisa ditata lebih baik lagi,” harapnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief