Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Enggan Dipindah, Pedagang Pasar Jati Kemuning Banjarbaru Siap Ditata

Sheilla Farazela • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:21 WIB
BERJUALAN: Suasana Pasar Jalan Jati, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Jumat (30/1).
BERJUALAN: Suasana Pasar Jalan Jati, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Jumat (30/1).

BANJARBARU – Penertiban aktivitas berjualan di Pasar Jalan Jati, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, menuai perhatian para pedagang.

Pada prinsipnya, pedagang bersedia ditata, termasuk memundurkan lapak sekitar dua meter dari bahu jalan demi kelancaran lalu lintas. Namun, mereka menolak jika dipindah ke Pasar Bauntung.

Salah seorang pedagang, Suriani, menegaskan penataan tidak menjadi persoalan selama hak pedagang untuk tetap berjualan tidak dicabut. “Kalau ditertibkan saya tidak masalah, yang penting jangan diberhentikan hak kami untuk berjualan. Mundur dua meter dari bahu jalan juga tidak masalah,” ujarnya.

Ia mengaku resah dengan informasi yang diterima saat penertiban karena belum ada kepastian solusi. "Petugas menyampaikan tindak lanjut masih menunggu keputusan wali kota dan sempat disebutkan kemungkinan operasional pasar dihentikan," katanya.

“Kami berharap jangan ditutup. Kalau soal kerapian, kami ikuti. Mungkin bisa diatur jam operasional, misalnya sampai jam 10 pagi,” tambah Suriani.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Muslimah. Ia berharap penataan disertai solusi konkret agar pedagang tetap bisa mencari nafkah.

“Kalau memang ditertibkan, mohon ada solusi supaya kami tetap bisa lanjut berdagang. Sampai sekarang belum ada kejelasan, katanya masih menunggu keputusan,” ujarnya.

Rencana perpindahan pedagang ini mendapat sorotan dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, menilai persoalan tersebut bukan hal baru dan perlu perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, pedagang memilih berjualan di bahu jalan, meski tidak ideal, merupakan sinyal adanya masalah dalam tata kelola pasar tradisional. “Kalau pedagang meninggalkan pasar tradisional yang seharusnya layak lalu memilih berjualan di bahu jalan, itu menunjukkan ada persoalan serius yang belum terselesaikan,” katanya.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. “Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Tata Kota #banjarbaru #pedagang #Pasar