BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tetap berjalan pada 2026, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Pada tahun ini, ada sebanyak 100 unit rumah akan diperbaiki melalui pendanaan APBD murni 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru, Abdussamad mengatakan, jumlah perbaikan RTLH tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya menyasar 68 rumah dari APBD murni. “100 rumah yang diperbaiki tersebar hampir di semua kecamatan,” ujarnya.
Dijelaskannya, alokasi anggaran per unit rumah masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp25 juta per rumah. Jumlah tersebut belum termasuk kemungkinan penambahan kuota melalui APBD Perubahan.
Abdussamad menambahkan, program RTLH 2026 merupakan usulan yang telah masuk sejak tahun lalu. Untuk rumah berbahan kayu, khususnya di wilayah rawan banjir, konsep pembangunan tetap menyesuaikan kondisi lingkungan.
“Apabila bentuk rumahnya kayu, maka dibangunnya rumah panggung. Skema ini sudah dilaksanakan sejak tahun kemarin,” jelasnya.
Terkait rumah warga yang terdampak banjir, termasuk di kawasan Liang Anggang, Abdussamad memastikan program RTLH juga dapat menyasar wilayah tersebut, selama memenuhi kriteria penerima bantuan.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief