Insiden tersebut sempat menutup total akses Banjarbaru–Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Peti kemas yang terlepas dari badan truk kini berhasil disingkirkan ke tepi jalan.
Namun, proses evakuasi kendaraan masih terus berlangsung hingga sore hari.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.38 Wita. Truk kontainer bernomor polisi DA 8176 TAH yang mengangkut kardus kemasan air minum dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju kawasan Mandiangin mengalami insiden hingga peti kemas jatuh dan melintang di badan jalan.
Kasatlantas Polres Banjarbaru, Embang Pramono, mengatakan petugas gabungan langsung bergerak cepat untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi kejadian.
“Kontainer sudah berhasil kita pinggirkan. Untuk membuka akses jalan, langkah awal kita lakukan dengan sistem buka tutup jalur. Enam personel kami turunkan dan bergabung dengan Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran serta mengerahkan kendaraan derek untuk memindahkan posisi truk dan peti kemas.
Unit crane juga telah dihubungi untuk mengangkat sisa muatan yang masih berada di badan jalan.
“Saat ini arus lalu lintas kita buat lancar secara bertahap sambil menunggu proses pengangkatan peti kemas,” katanya.
Embang menegaskan tidak ada korban luka serius dalam kejadian tersebut.
Informasi awal terkait sopir yang terjepit dipastikan tidak benar.
“Seluruh pengemudi dan penumpang, baik dari truk kontainer maupun mobil minibus, dipastikan selamat. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil,” jelasnya.
Terkait proses hukum, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan.
Seluruh barang bukti telah diamankan untuk keperluan pemeriksaan.
“Barang bukti kita amankan terlebih dahulu. Selanjutnya akan dilakukan uji kelayakan kendaraan serta pemeriksaan administrasi,” tambahnya.
Mengenai kondisi Jalan Ir PM Noor yang kerap disebut rawan kecelakaan, Embang menyebut berdasarkan data kepolisian periode 2024 hingga 2025, angka kecelakaan di lokasi tersebut tidak tergolong tinggi.
“Memang jalur ini padat digunakan masyarakat dan minim penerangan pada malam hari. Namun berdasarkan data kami, tingkat kecelakaan di titik ini tidak terlalu tinggi. Meski demikian, kami tetap mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno