Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Trotoar Diserobot, Pemko Banjarmasin Turun Tangan

Endang Syarifuddin • Selasa, 27 Januari 2026 | 11:43 WIB

DISEROBOT: Trotoar di salah satu ruas jalan utama Kota Banjarmasin masih diserobot lapak pedagang.
DISEROBOT: Trotoar di salah satu ruas jalan utama Kota Banjarmasin masih diserobot lapak pedagang.
BANJARMASIN – Penyerobotan trotoar di Kota Banjarmasin kembali menjadi sorotan. 

Trotoar yang sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki justru kerap berubah fungsi menjadi lokasi parkir liar dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin turun tangan.

Masih dalam momen peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional yang diperingati setiap Januari ini dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk menegaskan keberpihakannya terhadap keselamatan pejalan kaki.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, menegaskan pejalan kaki tidak memiliki pelindung sebagaimana pengendara kendaraan bermotor, sehingga hak-haknya harus menjadi prioritas.

“Pejalan kaki ini adalah pengguna jalan yang paling berisiko. Mereka tidak punya pelindung, sehingga keselamatannya harus menjadi prioritas,” ujar Febpry, Selasa (27/1). 

Ia menambahkan, trotoar bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan hak dasar pejalan kaki. Karena itu, pemko terus melakukan pembangunan dan perbaikan trotoar di sejumlah ruas jalan utama.

“Trotoar bukan pelengkap jalan. Itu hak pejalan kaki. Pemerintah berupaya menyediakan fasilitas yang layak agar masyarakat bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Namun, sayangnya di lapangan masih jauh dari harapan. Warga melihat trotoar masih banyak ditutupi kendaraan parkir atau lapak pedagang. Kondisi ini justru menghambat pejalan kaki, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Yang jalan kaki ini disuruh mengalah. Padahal kami yang paling rawan. Harusnya trotoar dijaga terus, bukan cuma saat ada razia,” kata Ahmad warga Banjarmasin Tengah.

Menanggapi keluhan warga, Dishub Banjarmasin mengakui tantangan di lapangan masih besar. Trotoar kerap disalahgunakan untuk parkir sembarangan maupun berjualan.

“Kita akui, masih ada trotoar yang diserobot. Karena itu penertiban terus kita lakukan bersama SKPD terkait, disertai sosialisasi dan edukasi,” ujar Febpry.

Ia menegaskan, parkir atau berjualan di trotoar sama saja dengan merampas hak pejalan kaki. Pemko memastikan penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk keberpihakan terhadap keselamatan dan kenyamanan warga.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Kalau trotoar difungsikan sebagaimana mestinya, kota ini akan jauh lebih tertib dan ramah bagi semua,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#trotoar #banjarmasin