Skema yang mulai diberlakukan sejak pukul 08.00 Wita itu dinilai belum mampu memberikan solusi optimal terhadap kepadatan arus kendaraan, sehingga lalu lintas dikembalikan ke kondisi semula.
Keputusan penghentian disampaikan langsung oleh Erna Lisa Halaby, Wali Kota Banjarbaru, melalui akun Instagram pribadinya.
Lisa menyebut hasil evaluasi bersama dinas terkait dan sejumlah pemangku kepentingan masih menyisakan berbagai pertimbangan penting yang belum terakomodasi.
“Sepertinya uji coba hari ini yang dilakukan dinas terkait dan beberapa stakeholder belum bisa memberikan solusi dengan beberapa pertimbangan penting, sehingga kita normalkan kembali di hari ini,” tulisnya.
Lisa juga mengapresiasi masukan masyarakat yang ramai disampaikan melalui media sosial.
Menurutnya, saran dan kritik konstruktif akan menjadi bahan evaluasi dalam perumusan kebijakan lalu lintas berikutnya.
“Saran masukan yang positif akan kami hargai untuk Banjarbaru lebih baik lagi. Salam sehat semuanya, hati-hati dalam berkendara,” lanjutnya.
Beragam respons pun muncul dari warganet. Salah satu pengguna Instagram mengusulkan penataan ulang sistem lampu lalu lintas sebagai solusi jangka pendek.
Sementara usulan lain mengarah pada pembangunan flyover sebagai langkah jangka panjang untuk mengurai kepadatan di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Lisa menegaskan Pemerintah Kota Banjarbaru akan membuka opsi penanganan lain dengan melibatkan tenaga ahli profesional.
“Terima kasih, sepakat. Kita cari opsi lain untuk penanganan ruas jalan sekitar Bundaran Simpang Empat. Sudah kami normalkan kembali dulu sambil mengkaji lebih detail,” balasnya.
Secara terpisah, Lisa juga memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan guna memperoleh kajian yang lebih komprehensif.
Ia berencana menghadap kementerian tersebut dalam waktu dekat untuk mencari formula penanganan yang paling tepat.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru sempat menerapkan rekayasa lalu lintas di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, tepatnya di depan SPBU.
Pengendara dari Jalan A. Yani arah Martapura dialihkan ke Jalan P.M. Noor, dengan skema putar balik berbeda sesuai jenis kendaraan.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan skema tersebut belum efektif mengurai kepadatan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno