Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BLK Disidak Wali Kota Banjarmasin, Ini Kata Diskopumker Soal Alat Hibah dari Kemenaker yang Nganggur Sejak 2019

Zulvan Rahmatan • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:21 WIB

MENANGGAPI: Kadiskopumker Banjarmasin M Isa Anshari menanggapi hasil sidak wali kota terkait alat hibah yang belum digunakan sejak 2019. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MENANGGAPI: Kadiskopumker Banjarmasin M Isa Anshari menanggapi hasil sidak wali kota terkait alat hibah yang belum digunakan sejak 2019. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menyoroti Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan AMD Manunggal, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan dalam inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (20/1/2026) lalu.

Saat itu, wali kota menemukan adanya alat pelatihan dari hibah pemerintah pusat yang belum digunakan, bahkan masih terbungkus plastik sejak tahun 2019.

Temuan itu sangat disayangkan oleh politisi Gerinda ini, sebab alat tersebut mestinya dimaksimalkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.

Yamin mendorong agar alat tersebut segera dipergunakan, termasuk mengadakan sumber daya manusianya.

Menanggapi sidak wali kota, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Muhammad Isa Anshari tak menampik hal itu.

Ia mengungkapkan, alat tersebut memang sudah tersedia sejak lama dan merupakan hibah dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Namun sejak awal diterima, alat tersebut belum digunakan lantaran tidak diiringi dengan ketersediaan instruktur.

“Jadi belum ada pelatihan untuk pemanfaatan alat itu,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Secara rinci, terdapat 31 unit alat dalam satu paket program pelatihan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, salah satunya untuk membuat abon.

Kendati demikian, Isa memastikan alat tersebut masih dalam kondisi layak fungsi dan sebagian sudah digunakan dalam kegiatan pelatihan selama ini.

Ia berkomitmen akan segera menggunakan alat tersebut, termasuk mencarikan instuktur agar alat pelatihan keterampilan itu tidak menganggur lagi.

“Insyaallah akan kita fungsikan, yang pasti harus ada instrukturnya dalam program paket pelatihan,” jelas Isa.

Ke depan, Diskopumker Kota Banjarmasin ingin tak hanya fokus pada ketersediaan alat, tapi dibarengi dengan ketersediaan instruktur, kurikulum, serta keberlanjutan program pasca pelatihan.

BLK diharapkan dapat benar-benar menjalankan fungsi sebagai pusat peningkatan kompetensi yang konsisten sehingga berdampak langsung bagi masyarakat untuk menekan angka pengangguran.

Isa Anshari menyatakan keterbukaan terhadap evaluasi dan pengawasan, baik dari pimpinan daerah maupun masyarakat.

Diskopumker sendiri telah melaksanakan program rutin bagi masyarakat untuk pelatihan keterampilan di BLK. Dari hasil tersebut, tercatat 700 orang peserta pelatihan yang sudah selesai sejak 2019 hingga saat ini. 

Rata-ratanya, terdapat delapan angkatan dalam satu tahun pelatihan, masing-masing angkatan diisi 16 peserta dalam satu kelas.

“Ada yang banyak dan ada yang kurang banyak dalam satu tahun,” papar Isa.

Hingga kini, pelatihan di bidang menjahit, pengelasan dan pengolahan roti dan kue masih jadi yang paling diminati masyarakat.

Hasil pelatihan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk langsung diterapkan ketika membuka usaha sendiri, maupun bekal dalam memasuki dunia kerja.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #m yamin