BANJARMASIN - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin memasang target 60 hektare kawasan kumuh dari 14 kelurahan akan ditangani pada 2026.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim, Hizbul Wathony mengatakan penanganan kawasan kumuh akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. “Tahun ini, peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh sebesar Rp9,6 miliar untuk 14 kelurahan,” ujarnya, Kamis (22/1).
Secara kumulatif, penanganan kawasan kumuh di Kota Banjarmasin terus mengalami tren peningkatan hingga akhir tahun 2025 tadi. Berdasarkan persentase data, penanganan telah mencapai 41,37 persen atau 210,39 hektare dari total luas yang ditetapkan SK Wali Kota Banjarmasin tahun 2022 silam sebanyak 508,48 hektare.
Ia menjelaskan pada 2022, Disperkim telah berhasil menangani kawasan kumuh seluas 77,41 hektare atau 15,22 persen. Terus berlanjut 2023, penanganan ditambah sebanyak 55.21 hektare atau 26,08 persen. Pada tahun 2024, penanganan kembali ditambah 25,32 hektare atau menjadi 31,06 persen. Terakhir, 2025 penanganan kawasan kumuh kembali bertambah 52,45 hektare atau menjadi 41,37 persen.
Hingga kini, kawasan kumuh di Kota Seribu Sungai tersisa 298,09 hektare atau sekitar 58,62 persen dari total empat tahun lalu. Ia menegaskan, penurunan ini merupakan hasil sejumlah program penataan permukiman, peningkatan kualitas infrastruktur penataan kawasan bantaran sungai, akses jalan lingkungan dan sanitasi. Target penanganan kawasan kumuh akan terus jadi prioritas, disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan pengerjaan. “Targetnya terus kita tekan kawasan kumuh secara signifikan,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief