Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waduh! Ada 75 Penderita HIV Baru di Banjarbaru Sepanjang 2025

Sheilla Farazela • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:46 WIB

MEMAPARKAN: Relawan Penanggulangan HIV Banjarbaru, Edi Sampana saat memaparkan kasus HIV.
MEMAPARKAN: Relawan Penanggulangan HIV Banjarbaru, Edi Sampana saat memaparkan kasus HIV.
BANJARBARU – Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 75 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan di Kota Banjarbaru. 

Data tersebut dihimpun dari hasil pemeriksaan di berbagai fasilitas layanan kesehatan serta pendampingan relawan di lapangan.

Relawan Penanggulangan HIV Banjarbaru, Edi Sampana mengatakan, angka temuan tersebut justru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela.

“Ditemukan sebanyak 75 kasus baru HIV di Kota Banjarbaru sepanjang tahun 2025, di mana data tersebut dihimpun sejak Januari hingga November,” ujarnya, Kamis (22/1)

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yakni 2023 dan 2024, jumlah temuan kasus pada 2025 mengalami peningkatan. Namun demikian, peningkatan tersebut bukan berarti penularan HIV meningkat secara signifikan.

“Kalau dibandingkan dua tahun sebelumnya memang ada peningkatan. Tapi ini bukan berarti penularannya meningkat drastis, melainkan masyarakat sudah mulai sadar dan berani melakukan cek HIV,” jelasnya.

Menurut Edi, peningkatan kesadaran masyarakat tidak terlepas dari peran aktif tenaga kesehatan serta masifnya edukasi yang dilakukan para relawan di tengah masyarakat. Upaya tersebut dinilai efektif mendorong masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri.

“Ini pertanda baik, karena semakin banyak masyarakat yang sadar, dan tenaga kesehatan juga semakin aktif melakukan pemeriksaan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pasalnya, HIV tidak mudah menular melalui aktivitas sosial sehari-hari.

“Stigma di masyarakat harus dihilangkan. HIV tidak menular lewat sentuhan atau aktivitas biasa, tetapi melalui hubungan seksual berisiko dan darah,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 lalu, tercatat sebanyak 77 kasus HIV di Kota Banjarbaru dengan faktor risiko yang didominasi oleh pergaulan bebas. Oleh karena itu, upaya pencegahan, edukasi, serta pemeriksaan dini dinilai perlu terus diperluas.

“Harapannya, deteksi bisa dilakukan lebih awal sehingga penanganan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#banjarbaru #hiv