Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bocil Kerap Main Perang Kembang Api, Pengunjung Dermaga Banjar Raya Was-was

Zulvan Rahmatan • Minggu, 18 Januari 2026 | 14:29 WIB
MERESAHKAN: Sekelompok bocil kerap bermain petasan dan kembang api membuat pengunjung Dermaga Banjar Raya terganggu. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
MERESAHKAN: Sekelompok bocil kerap bermain petasan dan kembang api membuat pengunjung Dermaga Banjar Raya terganggu. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Aksi sekelompok bocil kerap bikin resah pengunjung yang bersantai di Dermaga Banjar Raya di Jalan Barito Hulu, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Padahal, dermaga kini bak wisata umum, banyak digunakan masyarakat untuk bersantai menikmati panorama matahari tenggelam menghadap langsung ke Sungai Barito.

Jika hari mulai gelap, sejumlah anak-anak kerap mendominasi, perang petasan dan kembang api, tak jarang pengunjung lebih memilih pergi agar atau menjaga jarak.

Salah satu aksi mereka terpantau terjadi pada Jumat (16/1/2026) malam, sekitar pukul 19.30 Wita.

Warga setempat, Sya’ban (21) menyebut aksi ini sudah kerap terjadi, terutama jika musim petasan tiba.

“Sudah bisa, susah ditegur, bisanya lebih banyak lagi dan perang petasan antar dua kubu,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak ini memang tinggal di sekitar wilayah dermaga dan kerap berkumpul untuk bermain.

Sya’ban menyebut, anak-anak ini rawan bertengar jika tak terima kalah dalam perang kembang api.

“Mungkin terkena ke badan atau kesal akibat main perang-perangan,” sebutnya.

Meski demikian, ia memastikan tak ada hal-hal aneh lainnya yang dilakukan anak-anak di dermaga selain perang kembang api.

Sementara itu, Rizki, pengunjung yang sedang memancing merasa was-was ketika deru petasan berada di dekatnya.

“Takut sih takut, cuman spot pancing lagi nyaman,” singkatnya.

Pantauan Radar Banjarmasin saat itu, tak lama bikin onar mereka akhirnya belarian bubar setalah ditegur satpam dermaga.

Salah satu satpam menduga, para bocil tersebut mendapatkan petasan dan kembang api dari pedagang di pasar malam.

“Di sekitar sinikan pasar, kalau malam ada-ada saja yang jualan. Kita kan tidak bisa melarang orang jualan,” ungkapnya, enggan disebut nama. Minggu (18/1/2026).

Pihaknya pun hanya mampu menegur sekedarnya, karena menghindari berselisih dengan orang tua yang anaknya bermain di dermaga.

Sementara itu, Alamsyah, kru kapal fery jurusan Banjarmasin-Muara Teweh yang bersandar di dermaga kerap bersikap pasrah.

Meski begitu, ia tetap khawatir api petasan terkena badan kapal yang seluruhnya terbuat dari kayu.

“Jadi cuman bisa imbau jangan sampai terkena kapal, tapi tetap was-was karena cukup sulit ketika ditegur,” tandasnya.

Menurutnya, perang kembang api ini sudah berlangsung lama, terutama ketika bulan puasa dan musim petasan tiba.

Mudahnya para bocil mendapatkan petasan yang diperdagangkan membuat kebiasaan ini sulit dihilangkan.

Editor : Arif Subekti
#bocil #kembang api #banjarmasin #Dermaga #perang #was was