Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Galeri Terapung Sasirangan Memprihatinkan, Begini Respon Kadisporapar Kota Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:08 WIB
TERBENGKALAI:Kondisi Galeri Terapung Sasirangan di Sungai Jingah tampak memprihatinkan, padahal lokasi ini berada di jalur wisata susur sungai dan kawasan Kampung Sasirangan.
TERBENGKALAI:Kondisi Galeri Terapung Sasirangan di Sungai Jingah tampak memprihatinkan, padahal lokasi ini berada di jalur wisata susur sungai dan kawasan Kampung Sasirangan.

BANJARMASIN – Galeri Terapung Sasirangan di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, kini kondisinya memprihatinkan.

Bangunan yang semula menjadi etalase wisata sungai dan produk sasirangan itu justru tak terawat, bahkan sebagian fasilitasnya rusak dimakan usia.

Penuturan Laila Ramdhani, warga setempat, Galeri Terapung yang berada di Sungai Jingah memiliki potensi besar sebagai aset wisata, mengingat lokasinya berada di jalur susur sungai yang kerap dilintasi wisatawan.

“Kalau keinginan pribadi, maunya diperbaiki. Karena bisa jadi salah satu aset. Wisatawan biasanya lewat sini susur sungai, apalagi Kampung Sasirangan sudah masuk kawasan geopark, bukan cuma wisata lokal, tapi sudah wisata dunia,” ujar wanita yang biasa di sapa Ela ini, Sabtu (17/1/2026).

Ia menyebut dari kejauhan galeri tersebut masih terlihat menarik. Namun, ketika didekati, kondisinya jauh dari layak.

Sejumlah bagian seperti meja dan dermaga lapuk dan rusak karena lama tidak mendapat perawatan.

“Sepintas kelihatan bagus dari jauh, tapi saat didekati kada terawat. Biasanya anak-anak sering mandi di sini, jadi kotor,” tambahnya.

Galeri Terapung Sasirangan dibangun pada 2020 lalu. Pada awalnya, fasilitas ini sempat dipercantik dengan pemasangan lampu, sehingga tampak menarik pada malam hari.

Namun, beberapa tahun terakhir, kerusakannya kian parah.

Ela mengaku memiliki rasa tanggung jawab moral karena galeri tersebut berada tepat di depan rumahnya.

Setiap pagi, ia membersihkan area sekitar, menyapu, bahkan menyalakan lampu pada malam hari agar tetap terlihat terang.

“Saya bersihkan setiap pagi, lampu juga saya nyalakan malam. Tapi lama-lama kurang enak juga, karena cepat kotor lagi. Saya sudah beberapa kali sampaikan ke Dinas Pariwisata soal perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut.

Namun, langkah awal yang akan dilakukan adalah menelusuri status aset Galeri Terapung Sasirangan.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan turun langsung untuk mengecek apakah galeri terapung ini sudah menjadi aset yang diserahkan ke Pemko atau bagaimana status pengelolaannya,” kata Ibnu kepada awak media.

Ia menjelaskan hasil penelusuran aset akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya.

Jika galeri tersebut berada di bawah kewenangan Disporapar, maka perbaikan akan diupayakan.

Namun, jika lokasinya dinilai kurang strategis dan sulit berkembang, pemindahan bisa menjadi opsi.

“Kalau memang tidak memungkinkan dikembangkan di sana, bisa saja kami pindahkan ke lokasi yang lebih strategis dan dekat pusat keramaian agar pemanfaatannya lebih optimal," ujarnya.

Mantan Camat Banjarmasin Barat ini menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut setelah status aset dan pengelolaannya dipastikan.

“Kami telusuri dulu pengelolaannya di mana dan bagaimana. Setelah itu, pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Warga berharap, Galeri Terapung Sungai Jingah tidak dibiarkan semakin rusak.

Dengan perawatan dan penataan yang tepat, galeri tersebut dinilai masih berpeluang menjadi salah satu wajah wisata sungai Banjarmasin yang membanggakan.

Editor : Fauzan Ridhani
#Wisata #sasirangan #banjarmasin #Kadisporapar #Sungai Jingah