BANJARMASIN – Rumah Potong Unggas (RPU) Modern ditargetkan berjalan pada 2026. Namun, pengoperasian RPU di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Jalan Mantuil, Banjarmasin Selatan itu masih ada hambatan. Sejumlah persyaratan dan fasilitas pendukung belum rampung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi mengakui masih ada beberapa kriteria penting yang harus dipenuhi sebelum RPU bisa beroperasi. “Salah satunya pembangunan sarana pemisahan limbah, berupa rumah bulu dan rumah darah dari hasil pemotongan unggas,” ungkap Yuliansyah, Kamis (15/1).
Menurutnya, pengelolaan limbah menjadi perhatian utama. DKP3 berencana menggandeng Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) untuk menangani limbah pemotongan unggas. “Pengelolaan limbah tidak bisa sembarangan. Kalau dilakukan sendiri, biayanya cukup besar. Karena itu kami berencana bekerja sama dengan Perumda PALD,” terangnya.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti genset juga masih dibutuhkan untuk menjamin kelancaran operasional. “Pasokan listrik harus stabil. Genset diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik saat proses pemotongan unggas berlangsung,” tambahnya.
Yuliansyah tetap optimistis RPU Modern Basirih dapat beroperasi pada 2026. Pihaknya rutin melakukan pembersihan dan uji coba mesin dua kali sebulan. “Insya Allah tahun ini, bisa beroperasi. Asalkan seluruh sarana dan prasarana pendukung sudah terpenuhi,” katanya.
Kepala UPTD RPU Basirih, dr Annang Dwijatmiko menyebut kesiapan fasilitas penunjang baru mencapai sekitar 75 persen. Pembangunan genset, gudang genset, dan gudang limbah padat ditargetkan terealisasi tahun ini. “Kalau estimasi, genset, IPAL dan lainnya, ya sekitar Rp2 miliar,” ungkapnya.
Annang menegaskan, tanpa penyelesaian sarana pendukung, RPU berpotensi kembali mangkrak. “Kalau nggak diurusin, nanti mangkrak lagi beritanya,” katanya.
Untuk kesiapan sumber daya manusia, pihaknya masih menunggu arahan.
“SDM bisa outsourcing, bisa tenaga kontrak, atau tenaga teknis. Kita nunggu arahan, terutama untuk tukang sembelih,” terangnya.
Ia optimistis uji coba pemotongan bisa dilakukan pertengahan tahun.
“Mungkin Agustus, kalau kita maksimalkan dan tidak ada kendala lain, sudah bisa uji coba pemotongan,” ujarnya.
RPU Modern Basirih dirancang berkapasitas besar, mampu memotong hingga 1.000 ekor unggas per jam, atau maksimal 10 ribu ekor per hari.
Wakil Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra menilai belum beroperasinya RPU menunjukkan perencanaan dan eksekusi yang belum matang. "Bangunan sudah ada, tapi aspek pendukung seperti pengelolaan limbah, pasokan listrik, hingga skema operasionalnya belum tuntas,” ujarnya.
Politisi PKS ini mendesak pemko menetapkan target waktu yang jelas.
“Kalau tidak ada timeline yang tegas, risiko RPU ini menjadi aset mangkrak sangat besar. Padahal tujuan awalnya untuk meningkatkan higienitas pangan dan pelayanan pemotongan unggas di kota ini,” tegasnya.
Menurutnya, nilai ekonomi RPU baru akan muncul jika benar-benar beroperasi. “Tanpa operasional, jangan berharap PAD bisa muncul. RPU ini baru punya nilai ekonomi kalau dijalankan secara profesional dan terhubung dengan pelaku usaha unggas,” pungkas Hendra.
HAMBATAN RPU MODERN BASIRIH
Target Operasional
- Ditargetkan beroperasi tahun 2026
- Uji coba pemotongan direncanakan Agustus 2026
Hambatan Utama
- Sarana pemisahan limbah belum lengkap seperti rumah bulu dan rumah darah.
- Belum tersedia genset pendukung.
- Skema operasional belum final.
- SDM masih menunggu arahan.
Pengelolaan Limbah
- Direncanakan kerja sama dengan Perumda PALD.
- Jika dikelola mandiri, biaya dinilai mahal.
Kapasitas Produksi
- 1.000 ekor unggas per jam.
- Maksimal 10.000 ekor per hari.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief