Sejumlah kolam ikan milik petani ikan di kawasan Kampung Iwak Mentaos dilaporkan rusak, bahkan sebagian besar ikan lepas terbawa arus banjir.
Mahfud, salah satu petani ikan setempat, mengungkapkan banjir menyebabkan air meluap hingga di atas bibir kolam. Akibatnya, ikan-ikan yang dibudidayakan tidak dapat diselamatkan.
“Kebanyakan ikan lepas semua. Air naik sampai di atas kolam,” ujarnya, Kamis (15/1).
Ia menyebut, sedikitnya tiga kolam ikan bawal miliknya terdampak paling parah. Selain itu, kolam lele yang berada di bagian depan juga habis akibat banjir.
“Yang di belakang itu habis. Kalau yang terdampak langsung ada tiga kolam, masing-masing kolam berisi dua pikul ikan,” jelasnya.
Meski demikian, Mahfud belum dapat memastikan nilai kerugian yang dialami. Menurutnya, perhitungan baru bisa dilakukan setelah kolam dikeringkan sepenuhnya.
“Kerugiannya belum bisa dipastikan karena kolam belum dikeringkan,” katanya.
Mahfud menambahkan, banjir kali ini merupakan yang terparah setelah kejadian serupa pada tahun 2021. Saat itu, ia mengaku mengalami kerugian besar karena seluruh ikan siap panen habis.
“Paling parah itu tahun 2021 dan tahun ini. Tahun 2021 itu benar-benar habis,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, Mahfud terpaksa menghentikan sementara aktivitas budi daya ikan dan beralih mengelola kolam pemancingan untuk menutupi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Sampai sebulan lebih ini saya libur. Sekarang sementara alih ke kolam pemancingan saja,” ucapnya.
Ia berharap ke depan ada perhatian lebih terkait penanganan banjir, mengingat kejadian serupa hampir terjadi setiap tahun dan berdampak langsung pada mata pencaharian petani ikan.
“Kalau sudah begini ya sabar saja. Tapi ini memang sudah sering terjadi,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno